Jaga Stok Darah, PMI Kota Madiun Dorong Masyarakat Aktif Berdonor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Warga Berbondong-bondong Donor Darah di UDD PMI Kota Madiun, Jawa Timur. SP/ MDN
Ilustrasi. Warga Berbondong-bondong Donor Darah di UDD PMI Kota Madiun, Jawa Timur. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya menjaga ketersediaan stok kantong darah, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Madiun meminta masyarakat untuk meningkatkan partisipasi melakukan donor darah di UDD PMI setempat.

Pasalnya, tercatat stok darah mengalami penurunan hampir di semua golongan. Berdasarkan data per 26 November, golongan darah A tersisa 71 kantong, B sebanyak 51 kantong, O 108 kantong, dan AB hanya 14 kantong.

"Stok darah kita memang menurun. Golongan AB paling rendah. Situasi belum masuk kategori krisis, tetapi perlu perhatian bersama," ujar Manajer Pemastian Mutu UDD PMI Kota Madiun, Jawa Timur Dwi Santoso, Kamis (27/11/2025).

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa idealnya setiap golongan darah di wilayah itu memiliki stok minimal 100 kantong, kecuali AB yang secara nasional memang lebih sedikit pendonornya. Sementara kebutuhan darah di Kota Madiun rata-rata mencapai kisaran 1.200–1.400 kantong per bulan, dengan pengeluaran sekitar 40–50 kantong per hari.

"Semua golongan darah kita butuhkan. Golongan O paling cepat habis, karena permintaannya paling tinggi," katanya.

Ia menambahkan untuk meningkatkan stok darah, UDD PMI Kota Madiun melalui berbagai cara untuk menarik masyarakat melakukan donor darah. Di antaranya, melakukan jemput bola atau mendatangi target penderma (donor) dalam memberikan layanan donor darah guna menambah stok darah.

Pihaknya juga aktif menggandeng instansi atau lembaga baik negeri maupun swasta yang melakukan kegiatan sosial donor darah massal. Pada momentum tertentu, misalnya saat bulan Ramadhan, PMI Kota Madiun juga membuka layanan donor darah di ruang publik pada malam hari. Sehingga, dengan upaya-upaya tersebut pihaknya berharap, stok darah di UDD PMI setempat cukup. md-01/dsy

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…