Disergap di Lobi Hotel Kamboja, Dewi Astutik (43), Sore Kemarin Sudah Dibawa ke Indonesia. Aktor Penting Jaringan Narkotika Internasional ini Pernah Menyelundupkan Dua Ton Sabu di Indonesia. Ini Kasus Terbesar yang Pernah Diungkap BNN
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dewi Astutik alias PA (43) yang masuk daftar buron dalam kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun, di lobi sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja.
Dalam rilis resmi BNN, penangkapan dilakukan melalui operasi senyap lintas negara di Sihanoukville, Kamboja. Dewi Astutik diamankan saat menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Operasi berlangsung cepat, presisi, dan tanpa menimbulkan gangguan publik.
"Setelah diamankan, Dewi dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antar otoritas," demikian rilis resmi BNN, yang diterima Surabaya Pagi, Selasa (2/13).
Setiba di Indonesia, Dewi Astutik rencananya akan langsung menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara.
Jejaring ini diketahui beraktivitas dalam pengambilan dan distribusi narkotika berbagai jenis, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, menuju Asia Timur dan Asia Tenggara.
Operasi Senyap Lintas Negara
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Interpol dan BAIS menangkap Dewi Astutik alias PA (43) yang masuk daftar buron dalam kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun. Dewi ditangkap di Kamboja.
Buronan kasus sabu senilai Rp5 triliun Dewi Astutik alias Mami ditangkap di Kamboja pada Senin (1/12).
Dalam rilis resmi BNN, penangkapan dilakukan melalui operasi senyap lintas negara di Sihanoukville, Kamboja.
Dewi Astutik diamankan saat menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Operasi berlangsung cepat, presisi, dan tanpa menimbulkan gangguan publik.
"Setelah diamankan, Dewi dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antar otoritas," demikian rilis resmi BNN.
Bongkar Seluruh Struktur Jaringan
BNN menegaskan penindakan tidak berhenti pada penangkapan. Mereka siap untuk membongkar seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif dan terorganisir.
Operasi senyap kali ini dipimpin Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan.
Operasi tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk melakukan operasi pengejaran internasional.
Operasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Atase Pertahanan RI di Kamboja dan BAIS TNI yang dipimpin Yudi Abrimantyo, yang berperan penting dalam pemetaan pergerakan lintas negara serta koordinasi regional.
Dewi Astutik, perempuan asal Jawa Timur menjadi buronan Interpol karena diduga terlibat dalam jaringan besar penyelundupan dua ton sabu-sabu yang dibekuk aparat di KM Sea Dragon Tarawa saat melintas di perairan Karimun, Kepulauan Riau.
Diangkut Kapal Sea Dragon
Dewi Astutik terlibat dalam peredaran narkoba jenis heroin dari Kamboja ke Indonesia. Nama Dewi Astutik pertama kali muncul ketika BNN membongkar peredaran heroin seberat 2,76 kilogram di Bandara Soekarno-Hatta dari pria berinisial ZM pada 24 September 2024. Dalam pemeriksaan, ZM mengaku bahwa heroin tersebut akan diserahkan kepada SS. BNN lantas bergerak menangkap SS dan mendapati nama pelaku lain, yakni AH.
Beberapa waktu lalu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom sebelumnya menjelaskan bahwa dua ton sabu yang diangkut kapal Sea Dragon Tarawa.
Namun berhasil digagalkan tim gabungan Indonesia itu direncanakan untuk diedarkan ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Aktor Penting Jaringan Narkotika
Nama Dewi Astutik menjadi perhatian publik setelah Interpol mengeluarkan red notice atas dirinya. Ia diduga menjadi aktor penting dalam jaringan narkotika internasional yang bertanggung jawab atas penyelundupan dua ton sabu, salah satu kasus terbesar yang pernah diungkap BNN.
Berdasarkan informasi Selasa (2/12/2025), Dewi akan diterbangkan ke Indonesia
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto akan menjemput di Kamboja dan langsung diterbangkan ke Jakarta.
Dewi ditangkap kemarin. Konferensi pers mengenai penangkapan Dewi ini digelar. Kepala BNN memimpin langsung operasi penangkapan tersebut. Belum ada penjelasan detail mengenai penangkapan Dewi.
Sosok Dewi Astutik
Sebelumnya, Dewi Astutik menjadi sorotan usai namanya masuk daftar buron Interpol dalam kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun. Dewi juga tercatat pernah menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di sejumlah negara Asia.
Dilansir detikJatim, Minggu (1/6), Kepala Dusun Dukuh Sumber Agung, Gunawan, mengatakan Dewi pernah tinggal di Dusun Sumber Agung pada 2009. Dewi menetap di lokasi tersebut usai menikah dengan pria setempat.
Warga Dusun Sumber Agung mengenal Dewi sebagai seorang TKW di luar negeri. Gunawan mengatakan Dewi beberapa kali pindah negara tempat kerja.
"Kalau fotonya memang warga RT 1, RW 1, dia memang kerja di luar negeri sebagai TKW. Katanya di Taiwan, Hong Kong, dan terakhir di Kamboja," imbuhnya.
Nama Dewi mencuat usai BNN mengungkap penyergapan besar-besaran jaringan narkoba internasional. Perempuan ini diduga menjadi aktor utama dalam penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun.
Dewi Astutik yang berusia 43 tahun pernah menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di beberapa negara Asia. Namanya disorot setelah masuk daftar buronan Interpol dalam kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun.
Menurut Kepala Dusun Dukuh Sumber Agung, Gunawan, Dewi pernah tinggal di Dusun Sumber Agung dan menetap usai menikah dengan pria setempat pada 2009.
"Belum pernah ketemu saya dengan Dewi. Dia pendatang dari Slahung menikah dengan warga sini. Persisnya saya juga tidak tahu kapan dia berangkat jadi TKW," ujar Gunawan. n erc/su/dc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham