Buruh Terkorbankan, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Penggelapan Dana hingga Lambannya Penanganan Polisi

author Budi Mulyono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kuasa hukum buruh CV Zion, Edo Prasetyo Tantiono, melangkah lebih jauh dalam memperjuangkan hak para pekerja yang hingga kini belum menerima gaji setelah perusahaan dinyatakan pailit. Ia mengungkap adanya dugaan kuat bahwa dana hasil penjualan aset perusahaan tidak dilaporkan secara utuh oleh dua kurator berinisial ML dan EIG, yang berkantor di Pakuwon Center, Tunjungan Plaza, Surabaya.

Di sisi lain, Edo juga menyayangkan proses hukum yang berjalan lamban di tingkat kepolisian meski laporan telah dibuat berbulan-bulan. Bagi para buruh, ketidakpastian ini menjadi luka kedua setelah kehilangan hak upah mereka.

 

Dugaan Selisih Dana Rp200 Juta: “Kejanggalan Ini Tidak Bisa Dianggap Sepele”

Dalam keterangannya, Edo menjelaskan bahwa CV Zion dinyatakan pailit pada 22 Maret 2022, dan dua kurator yang ditunjuk semestinya bertanggung jawab penuh mengelola seluruh proses kepailitan. Namun, menurut Edo, terdapat kejanggalan serius dalam penjualan sebuah gudang milik perusahaan di Malang.

“Namun, muncul kejanggalan serius dalam penjualan salah satu aset pailit, yakni sebuah gudang di Malang,” tutur Edo Prasetyo saat ditemui Memorandum, Selasa (9/12/2025).

Ia memaparkan bahwa gudang tersebut dijual dengan nilai total Rp1,9 miliar, terdiri dari DP sebesar Rp170 juta dan pelunasan Rp1,730 miliar, seluruhnya masuk ke rekening kurator. Namun, laporan yang disampaikan kurator kepada hakim pengawas hanya mencantumkan angka Rp1.698.272.000.

“Kami mempertanyakan, ke mana hilangnya sekitar Rp200 juta yang telah masuk ke rekening kurator? Data transaksinya jelas. Tetapi angkanya tidak sesuai saat dilaporkan kepada hakim pengawas,” ungkap Edo.

 

Laporan Berjalan 7 Bulan, Polisi Dinilai Tidak Profesional

Buruh CV Zion melalui kuasa hukumnya telah melaporkan dugaan penggelapan dana ini ke Polres Malang Kabupaten. Namun, dalam tujuh bulan terakhir, proses hukum masih berhenti pada tahap penyelidikan.

Edo menilai hal ini sebagai bentuk ketidakprofesionalan aparat, terlebih setelah gelar perkara justru mengarahkan dugaan pidana tersebut menjadi perkara perdata.

“Hasil gelar perkara malah mengarahkan dugaan penggelapan ini menjadi perkara perdata. Padahal jelas-jelas ada unsur pidana. Mengapa aparat tidak berani bertindak tegas?” katanya.

Buruh Tak Digaji, Kreditur Separatis Justru Dibayar Penuh

Tak hanya soal dugaan penggelapan, Edo juga mengangkat masalah lain yang dinilai sangat melukai keadilan bagi para buruh. Menurutnya, terdapat 11 buruh CV Zion yang tidak menerima gaji sama sekali, sementara kreditur separatis, termasuk perbankan, justru mendapatkan pembayaran penuh sekitar Rp1,2 miliar.

Padahal, Putusan Mahkamah Konstitusi No. 67/PUU-XI/2013 sudah sangat jelas bahwa hak upah buruh harus diprioritaskan di atas kreditur separatis.

“Buruh dapat 0 rupiah, tapi kreditur separatis dibayar penuh. Ada apa ini? Putusan MK jelas menyatakan hak buruh harus didahulukan,” kata Edo.

 

Kuasa Hukum Minta Kapolri Turun Tangan: “Ini Hak Orang Kecil”

Melihat banyaknya kejanggalan, Edo Prasetyo mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk turun tangan memastikan penegakan hukum berjalan lurus dan tidak dipelintir menjadi perkara perdata.

“Kami memohon Kapolri mengawal perkara ini. Jangan sampai pidana dibelokkan menjadi perdata. Ini perjuangan hak buruh, hak orang kecil yang bergantung pada gajinya untuk hidup,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa para buruh hanya menginginkan hak yang paling dasar: gaji yang belum mereka terima sejak perusahaan dinyatakan pailit.

“Buruh adalah pihak yang paling dirugikan, mengingat gaji mereka masih belum dibayar hingga saat ini,” tutup Edo. Bd

Berita Terbaru

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah…

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Pelapor Dugaan Penistaan Agama ke Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Persyarikatan           SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah me…