SURABAYA PAGI, Madiun — Dentuman semangat dan adu teknik pencak silat mewarnai gelaran Tunas Muda Cup (TMC) ke-4 yang digagas Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Cabang Kabupaten Madiun. Ajang bergengsi pembinaan atlet usia dini hingga remaja ini digelar selama dua hari, 20–21 Desember 2025, di Sasana Kridha Mulya, Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, dan sukses menyedot ratusan peserta.
Sebanyak 423 atlet muda dari 10 ranting PSHW se-Kabupaten Madiun ambil bagian, berlaga dalam 543 partai pertandingan. Tingginya jumlah partai menandakan ketatnya persaingan, lantaran satu atlet diperbolehkan turun di lebih dari satu kategori. Sementara itu, lima ranting PSHW lainnya belum dapat berpartisipasi dalam edisi kali ini.
Sekretaris PSHW Cabang Madiun, Fuham Rosihul Ilmi, menegaskan bahwa Tunas Muda Cup bukan sekadar turnamen, melainkan kawah candradimuka bagi calon pendekar berprestasi.
“Tunas Muda Cup ini merupakan agenda rutin tahunan dan sudah memasuki tahun keempat. Selain menjadi ajang silaturahmi antaranggota, kejuaraan ini difokuskan untuk pembinaan atlet sejak usia dini,” ujarnya usai pembukaan TMC IV, Sabtu (20/12/2025).
Ia menambahkan, melalui kompetisi berjenjang ini, PSHW berkomitmen menyaring dan menyiapkan bibit-bibit unggul yang kelak dapat mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi.
“Insyaallah tahun depan Tunas Muda Cup akan kami kembangkan menjadi kejuaraan antar kabupaten. Antusiasme dari luar daerah sudah cukup besar,” ungkap Ilmi.
Sementara itu, Ketua Panitia TMC IV, Hari Budi Prasetya, menjelaskan bahwa kejuaraan mempertandingkan beragam kategori, mulai dari seni tunggal baku IPSI, solo kreatif, seni ganda, seni beregu, hingga kategori tanding.
“Kejuaraan digelar di tiga gelanggang. Gelanggang A dan B untuk kategori tanding, sedangkan Gelanggang C khusus mempertandingkan nomor seni,” jelasnya.
Rentang usia peserta pun sangat luas, dimulai dari pra usia dini 6 tahun, hingga kategori dewasa dengan batas maksimal usia 20 tahun, menjadikan ajang ini benar-benar inklusif dan berjenjang.
Apresiasi datang dari Camat Balerejo, Suci Wuryani, yang menilai Tunas Muda Cup sejalan dengan misi pembinaan generasi muda berkarakter.
“Kegiatan ini sangat positif dan patut didukung. Pembinaan karakter harus dimulai sejak dini agar lahir generasi yang kuat, berdisiplin, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Menurutnya, Tunas Muda Cup juga menjadi bagian penting dari program Kampung Pesilat Kabupaten Madiun, yang bertujuan menumbuhkan toleransi antarperguruan serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.
“Harapannya, anak-anak muda bisa berkompetisi secara sehat, mengembangkan potensi diri, dan ikut menjaga Madiun tetap aman, kondusif, dan sejahtera,” pungkasnya. (man)
Editor : Redaksi