Butuh Penanganan Ekstra, Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Optimalisasi Layanan Sampah Demi Kenyamanan Kota

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Laila Mufidah saat sidak di salah satu TPS di Tenggilis Mejo.
Laila Mufidah saat sidak di salah satu TPS di Tenggilis Mejo.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya  -  Problematika sampah di kota Pahlawan masih membutuhkan penanganan lebih ekstra. Sedikitnya Surabaya setiap hari ada sekitar 1.600 ton sampah dibuang di di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

Maka dari itu Pimpinan DPRD Surabaya mendesak penanganan sampah makin optimal. Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mendesak agar penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Surabaya harus menjamin kenyamanan warga kota. Tidak boleh ada penumpukan sampah di mana pun.

"Tidak hanya bikin bau, jorok, dan mengundang penyakit. Mengganggu estetika kota dan bikin tidak nyaman warga Surabaya. Jangan sampai ada penumpukan sampah," ungkap Laila Mufidah, Rabu (21/1).

Pengelolaan sampah yang tidak serius akan menimbulkan masalah pada masyarakat urban. Penanganan yang tidak profesional akan melahirkan problematika kota. Mengusik kenyamanan warga.

Apapun kondisinya, Surabaya harus terhindar dari masalah sampah. Laila percaya dengan langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam penanganan sampah selama ini.

Saat ini ada sekitar 1.600 ton sampah yang dibuang warga Surabaya per hari. Baik sampah organik maupun anorganik dan plastik. Sampah-sampah ini dihasilkan dari sampah rumah tangga, tempat usaha, hingga industri.

Laila mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan optimalisasi pengelolaan sampah. Bagi warga Surabaya, tahunya lingkungan mereka bersih dari tumpukan sampah dan tidak bau.

Warga Surabaya juga menghendaki tidak ada penumpukan sampah di wilayah mereka. Baik di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Apalagi di sudut wilayah Surabaya.

Termasuk pengembang perumahan juga harus sadar akan pengelolaan sampah di wilayahnya. Begitu juga setiap kampung, seluruh warga harus bersama-sama membuat kesepakatan dalam pengelolaan sampah lokal sebelum dibuang ke TPS

"Kita semua tidak ingin fenomena penumpukan sampah di Jakarta terjadi di Surabaya. Kami yakin Pemkot mampu mengelola sampah dengan optimal," lanjut Laila.

Pimpinan DPRD Surabaya mendorong agar warga masyarakat di setiap kampung juga mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sebab petugas DLH tidak akan menjangkau perkampungan.

Jika ada petugas pemungut sampah dengan gerobak di setiap kampung harus dirembug bersama. Terutama terkait biaya yang harus disokong bersama. Pemkot harus mendukung sarana prasarana pengelolaan sampah tingkat kampung.

"Pemkot Surabaya harus konsisten memberikan bantuan seperti tong sampah, gerobak, hingga sarana penunjang lainnya demi kebersihan kampung," kata Laila.

Pimpinan DPRD dari Fraksi PKB tersebut mendesak agar DLH tertib dan rutin dalam pengangkutan sampah di TPS. Alurnya selama ini, sampah rumah tangga dari kampung diangkut oleh petugas mandiri.

Mereka mengangkut semua sampah dari perkampungan maupun perumahan ke TPS. Baru setelah di TPS ini, petugas DLH bersama armada truk mengangkut dan membawanya ke tempat pembuangan akhir (TPA) Benowo.

Laila  juga mendesak agar ada batas waktu semua sampah harus terangkut dari TPS sebelum pukul 07.00. Sebab itu waktunya antar sekolah dan masuk kerja.

Laila juga mendesak agar DLH mengoperasikan armada pengangkut truk modern. Kota Metropolitan sekelas Surabaya sudah bukan waktunya tetap mengoperasikan truk sampah lendir.

Armada pengangkut sampah harus optimal. Sebab kadang masih ada truk sampah yang  hanya ditutup terpal. Harus dilakukan perbaikan manajemen. Alq

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…