Di Tengah Wacana Pengangkatan Staf SPPG Jadi PPPK, Guru SD di Madiun Hanya Digaji Rp250 Ribu Per Bulan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi guru.
Ilustrasi guru.

i

SURABAYA PAGI, Madiun – Di tengah rencana pemerintah pusat mengangkat puluhan ribu pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ironi justru dirasakan tenaga pendidik di daerah. Seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar negeri Kabupaten Madiun mengaku hanya menerima upah Rp250 ribu per bulan.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional diketahui akan mengangkat sekitar 32.000 pegawai inti SPPG—terdiri dari kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan—sebagai PPPK untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional. Kebijakan tersebut menuai sorotan karena dinilai kontras dengan kondisi guru non-ASN di sekolah negeri.

MY, guru PAI yang telah mengabdi sejak 2021 dan meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa saat ini statusnya bukan lagi honorer, melainkan relawan. 

“Sekarang istilahnya relawan. Gaji yang saya terima hanya Rp250 ribu per bulan,” ujar MY kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Ia mengajar rata-rata dua jam per hari atau setara empat jam pelajaran, dengan durasi 30 menit per jam. Di luar itu, tidak ada penghasilan tetap tambahan kecuali jika terlibat dalam kegiatan sekolah tertentu.

“Kalau mendampingi siswa outbound, rekreasi, atau lomba, baru ada tambahan,” katanya.

Penghasilan tersebut diakui jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk bertahan, MY membuka usaha jual beli suku cadang sepeda motor serta menjadi pelatih hadrah di luar jam sekolah.

Ironisnya, MY bukan tenaga pendidik tanpa kompetensi. Ia telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan mengantongi Sertifikat Pendidik (Serdik). Namun hingga kini, statusnya belum juga mendapat kepastian pengangkatan.

“Saya jalani dengan ikhlas. Niatnya ibadah, apalagi saya berlatar belakang pondok pesantren,” tuturnya.

Kondisi tersebut bukan kasus tunggal. Sejumlah sekolah dasar negeri di Kabupaten Madiun masih mengandalkan guru relawan dengan upah minim, di tengah keterbatasan tenaga pengajar.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kabupaten Madiun, Suroso, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengakui banyak sekolah mengalami kekurangan guru, sementara kebutuhan pembelajaran tidak bisa ditunda.

“Tenaga mereka sangat dibutuhkan. Mau bagaimana lagi, anak-anak tetap harus belajar,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Terkait sumber gaji, Suroso menyebut tidak ada alokasi khusus dari pemerintah. Upah yang diterima guru relawan berasal dari iuran para guru ASN di sekolah masing-masing.

“Biasanya guru-guru patungan setiap bulan untuk membantu relawan,” pungkasnya.

Situasi ini kembali memantik pertanyaan publik mengenai keadilan kebijakan pengangkatan ASN, khususnya di sektor pendidikan. Di satu sisi negara mempercepat pengangkatan pegawai untuk program baru, sementara di sisi lain, guru bersertifikat di sekolah negeri masih bertahan dengan upah yang jauh dari layak. (man)

Tag :

Berita Terbaru

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di S…

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Tradisi dan gotong royong kembali berpadu dalam peringatan Haul ke-61 Mbah Kiai Haji (KH) Mohammad Syafi’i dan para sesepuh Desa Pon…

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan…

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan penyusunan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2…