SurabayaPagi, Surabaya – Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (11/2/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso, Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur Muhammad Arum Sabil, serta jajaran pengurus dan anggota Pramuka se-Jawa Timur.
Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur Muhammad Arum Sabil menyatakan, pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian Pramuka Jawa Timur dalam lima tahun ke depan, khususnya dalam mendukung program kemandirian pangan dan energi baru terbarukan.
“Sejak lima tahun lalu, Bunda Khofifah telah menegaskan bahwa Pramuka Jawa Timur harus bergerak pada kegiatan pramuka produktif di bidang pangan dan energi baru terbarukan. Ini selaras dengan pesan Presiden dan Ketua Kwarnas hari ini,” ujarnya.
Arum menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi program agar memberikan hasil optimal, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.
Menurutnya, konsep pertanian yang dikembangkan tidak semata identik dengan petani, melainkan melibatkan berbagai unsur pendukung dalam ekosistem pertanian.
“Pertanian itu melibatkan banyak pihak agar petani bisa menjalankan usaha pertaniannya dengan baik,” katanya.
Ia menjelaskan, Kwarnas turut menghadirkan berbagai elemen pendidikan vokasi dan akademik, seperti siswa SMK pertanian dan teknologi pertanian, hingga perguruan tinggi yang fokus pada ilmu tanah, hama, penyakit, dan industri pertanian.
“Mereka dihadirkan dengan keterampilan dan ilmu akademis untuk bersinergi dan saling menguatkan, baik terlibat langsung maupun menjadi pendamping dan pemberi edukasi kepada petani,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Mabida Gerakan Pramuka Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan kebanggaannya atas konsistensi nilai-nilai kepramukaan yang tetap terjaga, disertai modernisasi gerakan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, banyak capaian pada periode pertama yang berhasil diwujudkan berkat dukungan seluruh insan Pramuka Jawa Timur. Salah satu yang membanggakan adalah penyaluran bantuan untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh dengan nilai lebih dari Rp1 miliar.
Selain itu, Pramuka Jawa Timur juga aktif dalam gerakan mangrove, pemugaran rumah tidak layak huni, serta berbagai aksi sosial dan kemanusiaan lainnya.
“Di era kecerdasan buatan (AI), generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar tidak tergilas zaman. Insan Pramuka diharapkan menjadi benteng moral generasi muda,” ujar Emil.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan amanah moral untuk menjadikan Pramuka sebagai kawah candradimuka pembentuk generasi tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Ia mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pramuka dalam merespons cepat bencana di Sumatera dan Aceh. Menurutnya, langkah tersebut membuktikan bahwa Pramuka hadir sebagai garda terdepan aksi kemanusiaan nasional.
Budi Waseso juga menekankan, sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, Gerakan Pramuka kini fokus pada penguatan swasembada pangan sebagai bagian dari upaya kemandirian bangsa.
“Kita harus mendorong gugus depan di sekolah-sekolah memiliki lahan pangan terintegrasi. Di sana, adik-adik tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik memproduksi pangan secara mandiri,” tegasnya.
Ia berharap, dari Pramuka Jawa Timur akan lahir “pahlawan-pahlawan pangan” yang mampu menjaga masa depan bangsa.
Dengan pelantikan periode kedua ini, Kwarda Pramuka Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di barisan pengabdian, memperkuat kolaborasi hingga ke tingkat gugus depan, serta mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Byb
Editor : Redaksi