SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur bersama anggota DPRD Jawa Timur kembali menggelar kegiatan sarasehan bertema Menanam Nilai Kearifan Lokal di Era Digital untuk Anak Cerdas dan Berkarakter.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten guna memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam mendampingi anak di tengah derasnya arus digital.
Sarasehan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu 7–8 Februari 2026 bertempat di Hotel Royal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota Fatayat Kabupaten Jombang yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Sumardi, dalam sambutan pembukanya menjelaskan bahwa kehadiran para pemateri bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan kepada peserta terkait pentingnya beraktivitas secara bijak di era digital.
"Ibu-ibu semuanya, selamat menikmati nuansa dingin Trawas dan kami datangkan narasumber dosen yang berpengalaman," ungkap Sumardi.
Narasumber pertama, Oemi Noer Qomariyah, dosen Universitas PGRI Jombang, menyampaikan materi bertajuk Keluarga Jadi Kunci Penanaman Kearifan Lokal di Era Digital. Ia menyoroti kondisi keluarga masa kini yang semakin jarang berinteraksi secara langsung akibat penggunaan gawai.
"Tidak ada lagi waktu ngobrol atau makan bersama. Anak lebih nyaman berinteraksi dengan teman online daripada keluarga," ujarnya.
Pemateri kedua, Anom Antono, memaparkan materi tentang Sinergi Masyarakat Dorong Anak Cerdas dan Berkarakter di Era Digital. Ia menekankan bahwa media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok kini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari informasi, hiburan, hingga pengajian daring.
"Namun muncul kekhawatiran yakni kecanduan anak, banjir informasi, dan waktu yang tergerus tanpa sadar," katanya.
Memasuki hari kedua, pemateri terakhir Muhammad Hambali memberikan materi bertema Cerdig–Cerdas Digital (Sekolah Perkuat Karakter Anak Berbasis Kearifan Lokal). Ia memaparkan data terbaru mengenai tingginya penggunaan media sosial di Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa pada awal 2026 jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 180 juta orang atau setara 62,9 persen dari total populasi. Berdasarkan laporan We Are Social, angka tersebut mengalami pertumbuhan 26 persen secara tahunan, dengan WhatsApp, TikTok, dan Instagram sebagai platform yang paling banyak digunakan.
"Orang Indonesia menghabiskan waktu rata-rata 21 jam 50 menit per minggu di medsos," tandasnya. dwi
Editor : Redaksi