Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa saksi yang dihadirkan oleh jaksa, dalam sidang lanjutan korupsi chromebook dengan terdakwa Nadiem Makarim, dan beberapa Eks Direktur di Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa
Beberapa saksi yang dihadirkan oleh jaksa, dalam sidang lanjutan korupsi chromebook dengan terdakwa Nadiem Makarim, dan beberapa Eks Direktur di Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada Harga Pokok Penjualan (HPP). Jaksa bahkan memberikan sindiran apakah harga itu logis.

Juliana mengatakan harga itu yang tertera di data sistem PT HP. Jaksa mempertanyakan kelogisan harga tersebut.

"Logis nggak? Itu dulu," ujar jaksa.

"Saya tidak bisa menjawab karena memang ini adalah faktual yang ada di sistem kita," jawab Juliana.

"Harga HPP-nya Rp 3,6 (juta), harga jual ke distributor Rp 3,4 (juta). Mantap lah, sedekah mungkin ya," kata jaksa bernada tanya kepada Juliana selaku Direktur Utama PT HP yang dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Terdakwa dalam sidang ialah Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020, Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, serta Ibrahim Arief alias Ibam selaku tenaga konsultan.

Juliana awalnya mengatakan PT HP hanya menjual laptop Chromebook di tahun 2021. Dia mengatakan harga HPP laptop itu senilai Rp 3,6 juta.

"Tapi sampai sekarang ada jual Chromebook sampai puluhan ribu itu?" tanya jaksa.

"Seperti yang saya sudah sampaikan, kami menjual Chromebook di tahun 2021," jawab Juliana.

"Hanya itu saja? 2022 tidak?" tanya jaksa.

"2021," jawab Juliana.

"Harga HPP-nya berapa?" tanya jaksa.

"HPP sendiri kita Rp 3.651.234 sebelum PPN," jawab Juliana.

Juliana mengatakan harga jual ke distributor senilai Rp 3,4 juta di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jaksa pun heran mengapa harga jual lebih murah daripada harga HPP.

"Harga jual ke distributornya itu Rp 3,4 juta di luar PPN," ujar Juliana.

"Masak lebih mahal HPP daripada harga jual ke distributor," sahut jaksa heran.

"Ini berdasarkan data yang memang ada di sistem kita," jawab Juliana. n erc/cr4/rmc

Berita Terbaru

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat  Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Langkah besar Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam wujudkan Pesantren percontohan, dan meningkatkan kualitas pendidikan terus…

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat  untuk memanfaatkan semaksimal mungkin layanan Cek …

PT PAL Indonesia Percepat Produksi LPD, Menko AHY : Bukti Transformasi Industri Maritim

PT PAL Indonesia Percepat Produksi LPD, Menko AHY : Bukti Transformasi Industri Maritim

Kamis, 21 Mei 2026 16:12 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — PT PAL Indonesia berhasil mempercepat produksi Landing Platform Dock (LPD). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan K…

Jejak Kontroversial Jayadi: Dari Dukun Sunat, Politisi, hingga Jadi Tersangka Pencabulan Santri di Ponorogo

Jejak Kontroversial Jayadi: Dari Dukun Sunat, Politisi, hingga Jadi Tersangka Pencabulan Santri di Ponorogo

Kamis, 21 Mei 2026 15:08 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 15:08 WIB

  SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kasus dugaan kekerasan asusila yang menjerat Jayadi (55), pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur'an Raden Wijaya di …

KAI Daop 7 Madiun Sosialisasikan Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api di Perlintasan Sebidang

KAI Daop 7 Madiun Sosialisasikan Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api di Perlintasan Sebidang

Kamis, 21 Mei 2026 12:51 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 12:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Tepat tanggal 20 Mei 2026 merupakan Hari Kebangkitan Nasional, menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk merefleksikan semangat…

Serapan Tenaga Kerja Berdaya Saing Global, Jatim Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP ke Luar Negeri

Serapan Tenaga Kerja Berdaya Saing Global, Jatim Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP ke Luar Negeri

Kamis, 21 Mei 2026 12:46 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 12:46 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti melepas 3.600 lulusan Sekolah Me…