Try Sutrisno, Lulusan SMA 2 Surabaya itu telah Tiada

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mantan Wapres Try Sutrisno, yang arek Suroboyo itu telah tiada. Beliu wafat dalam usia 90 tahun, meninggalkan tujuh putra-putri.

Prosesi upacara dibuka dengan laporan komandan upacara Kolonel Inf Beni Angga, sebagai Wakil Asren Kopassus kepada Prabowo yang bertindak selaku inspektur upacara dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum dan apel persada.

"Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar,," ucap Prabowo, Senin.

Presiden Prabowo Subianto merasa kehilangan sosok Wapres ke-6 Try Sutrisno. Prabowo mengenang Try Sutrisno sebagai sosok prajurit sejati dan pemimpin yang sederhana.

Hal itu disampaikan Prabowo melalui unggahan di Instagramnya, Senin (2/3/2026). Prabowo juga mengunggah foto dirinya hormat dengan Try Sutrisno.

"Hari ini Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Jenderal TNI Try Sutrisno," kata Prabowo.

"Saya mengenang beliau sebagai prajurit sejati dan pemimpin yang sederhana, tegas, serta mengutamakan Tanah Air di atas segalanya," lanjutnya.

Prabowo menekankan sosok keteladanan dan keberanian Try Sutrisno. Sikap tersebut, kata Prabowo, harus dijadikan inspirasi bagi masyarakat.

"Keteladanan, keberanian, dan pengabdian beliau kepada bangsa akan selalu menjadi inspirasi bagi kita semua," ujarnya.

Juga Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan ikut mengenang sosok Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno sebagai figur teladan yang penuh loyalitas. Try Sutrisno, menurut dia, memiliki semangat persatuan yang kuat.

Luhut menceritakan kenangannya dengan Try sudah lama terjalin, bahkan ketika dia masih berpangkat kolonel. Salah satu momen yang membekas adalah saat keduanya berjalan kaki mendaki Gunung Halimun.

"Jalan kaki naik Gunung Halimun, saya masih waktu itu masih kolonel meskipun beliau sempat terjatuh waktu itu tapi beliau memberikan keteladanan, contoh yang hari ini yang terus kita terus tiru dan memberikan keteladanan kepada anak anak muda di Indonesia," kata Luhut setelah menghadiri prosesi pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Luhut mengatakan, Try Sutrisno menunjukkan sikap pantang menyerah dan tetap memberikan contoh yang baik bagi generasi muda. Keteladanan itu, menurut dia, menjadi nilai yang terus ia tiru hingga kini.

Luhut menilai Try sebagai sosok yang baik dan layak dijadikan panutan, terutama dalam hal loyalitas kepada negara dan presiden yang saat itu menjabat. Ia mengaku banyak belajar dari keteguhan Try dalam memegang komitmen.

Itu penilaian dua jenderal purnawiran terhadap mantan Wapres Soeharto.

 

***

 

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, menutup usia di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat pada Senin (2/3) pukul 06.58 WIB. Semasa hidupnya, Try Sutrisno telah menempuh pendidikan yang sarat militer.

 Try Sutrisno menjabat sebagai Wapres ke-6 RI pada 1993 hingga 1998 mendampingi Presiden ke-2 RI Soeharto. Try Sutrisno memiliki sepak terjang yang mentereng sampai dikagumi oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada peluncuran buku 'Filosofi Parenting' oleh Try Sutrisno 2025 lalu, SBY bercerita pertemuan pertamanya dengan Try Sutrisno di Akademi Militer (Akmil), Magelang, 1973. Saat itu, Try Sutrisno menjadi pembicaraan di kalangan taruna karena dinilai akan menjadi 'bintang baru'.

"Satu tahun sebelumnya, ada seminar di TNI Angkatan, di Seskoad, yang tajuknya adalah 'Pewarisan nilai-nilai 1945'. Muncul dalam pemberitaan dan percakapan di antara kami satu almamater, ada Mayor Korps Zeni Try Sutrisno, yang menyampaikan pandangannya dan sangat memukau dan semua bangga, bahkan kami mengatakan 'A new star was born' waktu itu, itu yang pertama," tutur SBY di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (15/11/2025) 

Setelah itu, karier Try Sutrisno melesat hingga menjadi Panglima Angkatan Bersenjata RI. Seperti apa pendidikan yang ditempuh Try Sutrisno hingga menjadi 'bintang baru'

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia mengenyam pendidikan SMA di SMAN 2 Surabaya, sekolah yang sama dengan Prof Wardiman Djoyonegoro (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke-22) dan Dr Tarmizi Taher (Menteri Agama ke-15).

Setelah masa sekolah, Try Sutrisno mengikuti Akademi Teknik Angkatan Darat dan lulus pada 1959. Usai kelulusannya, ia ditugaskan di Kodam IV /Sriwijaya sebagai Dan Ton Zipur.

Dalam karier militernya, Try pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 1986 hingga 1988 dan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada 1988 hingga 1993.

Pada tahun 1993, Try Sutrisno dipilih sebagai Wakil Presiden RI melalui Sidang Umum MPR masa bakti 1992-1997 mendampingi Soeharto. Ia lalu digantikan oleh BJ Habibie pada Sidang Umum MPR 1998.

 

***

 

Try dikarunia tujuh orang anak hasil pernikahan dengan Tuti Sutiawati, yang juga sudah almarhumah.

Seorang dokter gigi Nora Tristyana MARS, putri pertamanya. Nora menikah dengan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan RI.

Lalu Dr. Taufik Dwi Cahyono, MSc. Ia Berkarier sebagai dosen di Universitas Pertahanan (Unhan), turut mendedikasikan dirinya di bidang pendidikan strategis.

Kemudian Irjen Pol (Purn) Firman Santyabudi, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, dan pensiun dengan pangkat inspektur jenderal.

Baru Nori Chandrawati, yang disunting Marsda TNI Danang Hadiwibowo dan aktif sebagai Ketua Yayasan Krida Nusantara yang menaungi berbagai institusi pendidikan di Bandung.

Kemudian, Isfan Fajar Satrio, Ketua Umum Persatuan Putra Putri Angkatan Darat (PPPAD) dan Ketua Pengawas Yayasan Krida Nusantara, dikenal sebagai aktivis pendidikan.

Letjen TNI Kunto Arief Wibowo ,Perwira tinggi TNI AD, pernah menjabat Pangdam III/Siliwangi, dan kini menjabat Pangkogabwilhan I.

Terakhir, Natalia Indrasari. Putri bungsunya itu  kini berprofesi sebagai psikolog keluarga di Amerika Serikat.  Ia mengantongi lisensi resmi di Iowa, Virginia, dan Hawaii.

 

***

 

Usai tak menjabat, mantan Wakil Presiden Jenderal (Purn) Try Sutrisno mengaku menyetujui deklarasi Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang menuntut pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Bahkan, Try ikut menandatangani deklarasi tersebut. Alasannya, ia menilai tindakan purnawirawan merupakan upaya penyelamatan bangsa. Ia menegaskan bahwa seluruh purnawirawan TNI dari berbagai matra kompak, termasuk purnawirawan kepolisian. Menurut Try, mereka ingin supaya negara bisa ditata kembali.

“Anda lihat isinya. Itu semua masalah pokok semua. Itu semua masalah berat. Kalau saudara orang Indonesia baca itu, kalau ini enggak diberesin, rusak negara,” kata Try Sutrisno kepada Tempo di kediamannya, di Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 1 Mei 2025.

Try Sutrisno mengaku bukan hanya berdiskusi dengan para purnawirawan, tetapi juga menampung aspirasi dari masyarakat sipil. Ia meminta publik menanyakan kepada ahli hukum tata negara, apakah pencalonan Gibran melanggar karena memaksakan umur untuk dicalonkan. 

“Itu pasti akan didengar orang-orang, masyarakat. Bukan hanya purnawirawan. Kalau baik, kita akan diam, enggak akan ngomong,” katanya.

Try sepertinya aktivis di usia tua. Pada 17 April lalu, Forum Purnawirawan Prajurit TNI membacakan pernyataan sikap terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Ada delapan poin sikap, salah satunya ialah mencopot Gibran sebagai wakil presiden.

Delapan butir tuntutan itu telah ditandatangani oleh 103 purnawirawan jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, 91 kolonel, Termasuk Try Sutrisno.

 

***

 

Sebelumnya,  Try Sutrisno meminta MPR menggelar sidang dengan agenda mengembalikan penerapan UUD 1945 sebelum diamandemen di tahun 1999 hingga 2002.

Permintaan itu ia sampaikan lewat pembacaan maklumat Dewan Presidium Konstitusi di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (10/11).

"Menggelar sidang MPR dengan agenda tunggal untuk mengembalikan sistem bernegara sesuai rumusan pendiri bangsa melalui penetapan kembali Undang-Undang Dasar 1945 yang berlaku sebelum perubahan di tahun 1999 hingga 2002, yang meliputi pembukaan, batang tubuh dan penjelasan," ucap Try.

Mantan Wakil Presiden itu meminta MPR menggelar sidang dengan agenda mengembalikan penerapan UUD 1945 sebelum diamandemen di tahun 1999 hingga 2002.

Permintaan itu ia sampaikan lewat pembacaan maklumat Dewan Presidium Konstitusi di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (10/11).

"Menggelar sidang MPR dengan agenda tunggal untuk mengembalikan sistem bernegara sesuai rumusan pendiri bangsa melalui penetapan kembali Undang-Undang Dasar 1945 yang berlaku sebelum perubahan di tahun 1999 hingga 2002, yang meliputi pembukaan, batang tubuh dan penjelasan," ucap Try.

Dewan Presidium Konstitusi juga mendesak MPR RI melakukan amendemen terhadap UUD 1945 yang berlaku sebelum perubahan di tahun 1999 hingga 2002.

Amendemen yang perlu dilakukan harus menggunakan teknik adendum untuk menyempurnakan dan memperkuat kedaulatan serta kemakmuran rakyat sebagaimana mengacu pada semangat dan tuntutan reformasi 1998.

"Di mana di antaranya adalah pembatasan masa jabatan presiden, penghapusan KKN dan penegakan hukum, serta mengacu kepada proposal kenegaraan DPD RI, dan kajian akademik serta empirik yang kami sertakan dalam tuntutan ini," ujar Try.

Kecintaannya pada tanah air tak pernah pupus mesti telah purnawirawan. Wajar para jenderal menyebut Try Sutrisno, negarawan. ([email protected])

 

Berita Terbaru

Advokat Marcella, Divonis 14 Tahun dan Uang Pengganti Rp16,25 Miliar

Advokat Marcella, Divonis 14 Tahun dan Uang Pengganti Rp16,25 Miliar

Selasa, 03 Mar 2026 20:00 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 20:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Advokat Marcella Santoso dijatuhi hukuman pidana 14 tahun tahun penjara dalam kasus dugaan suap terhadap hakim dan Tindak Pidana…

Pengadilan Perintahkan Penyidik Kejaksaan Agung

Pengadilan Perintahkan Penyidik Kejaksaan Agung

Selasa, 03 Mar 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 19:07 WIB

Seret Pemilik Korporasi Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group ke Pengadilan     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ada terobosan dari Majelis h…

M Syafei, Pegawai Wilmar Group, Hanya Pembantu Penyuapan

M Syafei, Pegawai Wilmar Group, Hanya Pembantu Penyuapan

Selasa, 03 Mar 2026 19:05 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Majelis hakim menyatakan eks Head of Social Security and License Wilmar Group, M Syafei, hanya seorang karyawan yang membantu…

Negara-negara Teluk Mulai Saling Serang

Negara-negara Teluk Mulai Saling Serang

Selasa, 03 Mar 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 19:02 WIB

Pemerintah AS Serukan Warganya Segera Tinggalkan Kawasan Timur Tengah   SURABAYAPAGI.COM, Tehran - Militer negara-negara Teluk sejauh ini fokus pada …

Aksi Iran Murni Bela diri

Aksi Iran Murni Bela diri

Selasa, 03 Mar 2026 19:00 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 19:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tehran - Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, mengatakan Iran tidak memulai perang saat ini, tetapi tetap…

Hakim Praperadilan Yaqut Peringatkan Jangan Lobi

Hakim Praperadilan Yaqut Peringatkan Jangan Lobi

Selasa, 03 Mar 2026 18:58 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 18:58 WIB

KPK Ajak Masyarakat Kawal Tudingan Kuasa Hukum yang Anggap Penetapan Tersangka  Mantan Menag tak Sah     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta -  Pengadilan Negeri (PN) …