Advokat Suami-Istri Satu Law Firm Dihukum 14 dan 16 Tahun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ekspresi Marcella Santoso dan Ariyanto Bakri setelah menjalani sidang vonis kasus suap atas vonis lepas korupsi crude palm oil (CPO) alias minyak goreng, di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Ekspresi Marcella Santoso dan Ariyanto Bakri setelah menjalani sidang vonis kasus suap atas vonis lepas korupsi crude palm oil (CPO) alias minyak goreng, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

i

Gegara Suap Hakim Rp 60 miliar, 5 Mobil Mewah dan Satu Kapal Milik Advokat Marcella dan Ariyanto, Disita

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat menyatakan Marcella Santoso dan Ariyanto Bakri terbukti melakukan suap kepada hakim atas putusan lepas atau onslag terhadap tiga korporasi crude palm oil (CPO). Keduanya juga diyakini melakukan tindak pidana pencucian uang atau TPPU.

Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat menyatakan Marcella Santoso dan Ariyanto Bakri terbukti melakukan suap kepada hakim atas putusan lepas atau onslag terhadap tiga korporasi crude palm oil (CPO). Keduanya juga diyakini melakukan tindak pidana pencucian uang atau TPPU.

Dalam pertimbangan hukumnya, hakim menilai Marcella dan Ariyanto yang merupakan pasangan suami istri itu mengambil sebagian uang yang mulanya hendak diberikan korporasi kepada para hakim. Total uang yang diserahkan Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group itu mencapai US$ 4 juta atau senilai Rp 60 miliar.

Advokat Ariyanto divonis pidana penjara selama 16 tahun di kasus yang sama dengan Marcella, di mana terbukti melakukan suap dan pencucian uang.

Selain pidana penjara, Majelis Hakim turut menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 600 juta subsider pidana penjara selama 150 hari. Ariyanto juga dihukum dengan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti senilai Rp 16,25 miliar subsider pidana penjara selama 6 tahun.

Majelis hakim yang sama memvonisi advokat Marcella Santoso pidana penjara selama 14 tahun, karena terbukti memberikan suap kepada hakim terkait pengondisian putusan lepas (ontslag) perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO).

Selain itu, dia juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada 2025.

 

Kayaknya Suami Istri

Sebelumnya, Marcella Santoso Dituntut 17 Tahun Penjara dan Dicabut dari Profesi Advokat. Jaksa penuntut umum menilai tidak ada hal yang meringankan dari Marcella Santoso, terdakwa kasus suap dan pencucian uang terkait suap hakim perkara CPO.

Pengacara Marcella Santoso, akhirnya dijatuhi hukuman 14 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah memberikan suap untuk melunakkan keputusan pembebasan kasus korupsi penyediaan fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan pencucian uang (TPPU) pada tahun 2025.

Marcella memiliki jabatan sebagai junior partner. Marcella Santoso adalah pengacara dari firma hukum Ariyanto Arnaldo Law Firm.

Hakim Pengadilan Tipikor memerintahkan 5 mobil mewah dan satu kapal milik Marcella dan Ariyanto disita. Aset itu dinilai berasal dari tindak pidana.

"Ya, suami istri kayaknya," kata staf Ariyanto Arnaldo Law Firm, Rabu (4/3).

Saat sidang, jaksa datangkan Istri pengacara sekaligus terdakwa Ariyanto Bakri, Vera Sahirah (56). Ia menyatakan hanya mengenal terdakwa Marcella Santoso sebagai pegawai suaminya di firma hukum Ariyanto Arnaldo Law Firm (AALF), bukan istri.

 Padahal, dalam beberapa kesempatan, Marcella dan Ariyanto disebut-sebut merupakan pasangan suami istri yang terjerat kasus dugaan suap hakim pemberi vonis lepas untuk tiga korporasi crude palm oil (CPO).

Dalam perkara ini, Ariyanto Bakri didakwa menyuap para hakim agar tiga korporasi yang menjadi kliennya mendapat vonis bebas dalam kasus korupsi terkait ekspor CPO. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Jombang - Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Komandan Korem 082/CPYJ meraih juara 1 Lomba Menembak Pistol Danrem 082/CPYJ Cup Kategori Eksekutif…

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengamat kebijakan publik Iwan Susanto menilai keterangan saksi Daffa dan Noer Aflah dalam sidang ketujuh perkara dugaan korupsi dan…

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo bergerak cepat mengusut dugaan penganiayaan yang diduga d…

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jember — Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikhyansah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program H…

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan Universitas Brawijaya (UB) terkait …

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Akui Pernah Titipkan Uang Rp50 Juta Lewat Ajudan…