Film "Aku Harus Mati", Gelapnya Ambisi Manusia demi Validasi Sosial

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Premiere film "Aku Harus Mati", Kamis kemarin.
Premiere film "Aku Harus Mati", Kamis kemarin.

i

SURABAYA PAGI, Jakarta-melainkan gelapnya ambisi manusia demi validasi sosial.a– Rumah produksi Rollink Action secara resmi mengumumkan
penayangan film horor terbarunya, "Aku Harus Mati".
Film ini mengangkat isu sosial mengenai realita masyarakat urban saat ini. 

Film yang menguras emosi ini, 
dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026.

Diproduseri oleh Eksekutif Produser Irsan Yapto dan Nadya Yapto, serta diarahkan oleh sutradara bertangan dingin Hestu Saputra, "Aku Harus Mati" menawarkan kengerian yang
bukan sekadar teror kasat mata, melainkan gelapnya ambisi manusia demi validasi sosial.

“Aku Harus Mati adalah film Horor yang ceritanya paling dekat dengan kehidupan manusia modern jaman kini.

Fenomena Jual Jiwa Demi Harta, banyak dialami masyarakat modern. Mereka
rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjol,
paylater, dan lain-lain,” ujar Irsan Yapto, Eksekutif Produser saat pemutaran film ini, Kamis kemarin.

Sinopsis film ini,  ditulis oleh Aroe Ama  bernarasikan  perjalanan Mala (Hana Saraswati), seorang
yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik.

Demi mengejar kemewahan semu, Mala terjerumus dalam lingkaran setan hutang pinjaman online (pinjol) dan paylater yang melilit hidupnya.

Dalam keputusasaan untuk menemukan kembali jati dirinya, Mala memutuskan pulang ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana, ia kembali bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi
(Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron), pemilik panti yang sudah dianggapnya sebagai ayah sendiri.
Namun, ketenangan yang dicari Mala justru menjadi awal dari petaka. 

Setelah mata batinnya
terbuka secara misterius, Mala terlempar ke dalam serangkaian pengalaman mistis yang mengerikan.

Mala dipaksa menghadapi kenyataan pahit tentang asal-usulnya dan rahasia kelam keluarganya: sebuah perjanjian iblis yang menjadikan nyawa orang-orang terdekat sebagai
tumbal kesuksesan.

"Aku Harus Mati" membawa penonton pada klimaks yang menyesakkan dada. Mala harus menghadapi pilihan mustahil yang tidak bisa ia tolak, karena ada nyawa yang harus dibayar.

"Film ini adalah refleksi dari fenomena 'jual jiwa demi harta' yang marak di sekitar kita.
Kami ingin memperlihatkan bahwa teror sesungguhnya dimulai ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri demi memuaskan gaya hidup dan validasi diri oleh lingkungan sekitar," ujar Hestu Saputra, Sutradara

Film bertajuk  "Aku Harus Mati"
diperankan; Hana Saraswati sebagai Mala.
Amara Sophie sebagai Tiwi.
Prasetya Agni sebagai Nugra.
Mila Rosinta sebagai Nilam
Bambang Paningron sebagai Ki Jago.

Siapakah yang akhirnya akan dikorbankan? Siapa sebenarnya pemegang perjanjian iblis
tersebut? Temukan jawabannya dalam "Aku Harus Mati".jk/dd

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…