GERTAK: Kegagalan Raih WTP Cerminan Amburadulnya Pengelolaan Keuangan Pemkot Madiun ‎

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Putut Kristiawan Koordinator Gerakan Tangkap Koruptor (GERTAK)
Putut Kristiawan Koordinator Gerakan Tangkap Koruptor (GERTAK)

i

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegagalan Pemerintah Kota Madiun meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai menjadi sinyal adanya persoalan serius dalam tata kelola keuangan daerah. Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah penerimaan dan pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) tahun 2025 yang dilakukan di luar mekanisme APBD.

‎Koordinator Gerakan Rakyat Tangkap Koruptor (GERTAK), Putut Kristiawan, mengatakan temuan tersebut menunjukkan masih adanya ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan keuangan daerah.

‎"Ketidakpatuhan terhadap UU Nomor 40 Tahun 2007 dan PP Nomor 47 Tahun 2012 menjadi batu sandungan bagi Kota Madiun karena tidak sepenuhnya mengikuti ketentuan dalam pengelolaan keuangan," ujar Putut dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

‎Selain persoalan pengelolaan TSP, Putut menilai masih terdapat sejumlah kelemahan lain dalam sistem pengelolaan keuangan daerah yang turut berkontribusi terhadap tidak diraihnya opini WTP.

‎"Temuan-temuan terkait amburadulnya sistem pengelolaan keuangan juga turut berperan dalam kegagalan meraih opini tertinggi," katanya.

‎Menurut Putut, saat ini yang lebih penting adalah bagaimana Pemkot Madiun memberikan penjelasan dan tindak lanjut atas sejumlah temuan BPK yang menjadi dasar pemberian opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Terlebih, sejumlah fraksi DPRD Kota Madiun juga telah menyoroti persoalan tersebut dalam rapat pemandangan umum terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

‎Ia berharap Plt Wali Kota Madiun mampu membuktikan kepada masyarakat bahwa berbagai temuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga kualitas pengelolaan keuangan daerah dapat diperbaiki.

‎"Plt Wali Kota harus bisa membuktikan kepada masyarakat kalau sebenarnya Pemkot Madiun layak memperoleh opini WTP," tegasnya.

‎Sebagai informasi, dalam melakukan pemeriksaan, BPK memiliki tiga jenis audit. Pertama, pemeriksaan atas laporan keuangan yang bertujuan menilai kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Dari pemeriksaan tersebut, BPK dapat memberikan opini WTP, WDP, Tidak Memberikan Pendapat (TMP), maupun Tidak Wajar (TW).

‎Selain itu, BPK juga melakukan pemeriksaan kinerja untuk menilai aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, serta pemeriksaan dengan tujuan tertentu yang bersifat investigatif guna menilai adanya dugaan penyimpangan atau tindak pidana korupsi.

‎Apabila laporan keuangan telah disajikan sesuai SAP tanpa pengecualian material, BPK akan memberikan opini WTP. Sementara apabila secara umum telah sesuai SAP namun masih terdapat pos-pos tertentu yang belum memenuhi ketentuan, maka opini yang diberikan adalah WDP.mdn

Tag :

Berita Terbaru

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta integrasi transportasi publik tidak berhenti pada penambahan rute dan pembangunan i…

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sejumlah bangunan yang berdiri di atas lahan aset Pemkot Surabaya seluas 7.668 meter persegi di Jalan Barata Jaya…

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat masih ada hunian yang kosong setelah beberapa tahun ditempati penyintas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan…

Momentum Agenda Gandrung Sewu, Penginapan di Banyuwangi Terisi Penuh

Momentum Agenda Gandrung Sewu, Penginapan di Banyuwangi Terisi Penuh

Selasa, 27 Okt 2026 10:42 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 10:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menjelang momentum agenda Gandrung Sewu 2026, sejumlah hotel maupun homestay di Kabupaten Banyuwangi, kini terisi penuh…

Walikota Mojokerto Minta Duta Anti Narkoba Lakukan Preventif Cegah Narkoba

Walikota Mojokerto Minta Duta Anti Narkoba Lakukan Preventif Cegah Narkoba

Selasa, 27 Okt 2026 07:37 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 07:37 WIB

SURABAYA PAGI.com, Mojokerto – Pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto bukan sekadar ajang pencarian bakat, melainkan upaya promotif dan preventif untuk m…

Mahasiswi UIN KHAS Jember Diduga Diperkosa saat Tidur

Mahasiswi UIN KHAS Jember Diduga Diperkosa saat Tidur

Selasa, 27 Okt 2026 07:22 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember saat menjalani P…