Tekan Peningkatan Kasus Campak, Dinkes Tulungagung Gelar Program Imunisasi ‘Kejar’

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan. SP/ TLG
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti kasus peningkatan penyakit campak yang mencapai 38 suspek, dengan satu kasus terkonfirmasi positif, kini Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dengan gercep melakukan langkah penanganan melalui program imunisasi 'kejar' sebagai langkah preventif dengan mendata dan menyasar balita yang belum mendapatkan imunisasi campak.

“Kami lakukan pendataan balita yang belum imunisasi untuk segera mengikuti imunisasi kejar sebagai upaya pencegahan penyebaran,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan, Senin (30/03/2026).

Diketahui, saat ini Dinkes menemukan 38 suspek campak selama periode Januari hingga Februari 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 12 suspek. Untuk pengambilan sampel tersebut dilakukan terhadap para suspek dengan mengirimkan 37 sampel darah dan satu sampel urine ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan satu sampel urine terkonfirmasi positif campak,” ujarnya.

Mayoritas suspek merupakan anak usia di bawah lima tahun (balita), dengan sebagian diantaranya belum mendapatkan imunisasi dasar. Selain imunisasi, Dinkes terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi, mengingat campak merupakan penyakit menular yang menyebar melalui droplet saat penderita batuk atau pilek.

Dinkes juga mengidentifikasi gejala yang muncul pada suspek, antara lain demam, ruam kemerahan pada tubuh, batuk, pilek, dan mata memerah yang mengarah pada infeksi campak. “Vaksinasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak, terutama pada balita yang belum terlindungi,” katanya. tl-01/dsy

Berita Terbaru

Ratusan Guru di Glagah Gelar Aksi Damai, Minta Oknum TNI Pelaku Penganiayaan Kepsek MI Diadili 

Ratusan Guru di Glagah Gelar Aksi Damai, Minta Oknum TNI Pelaku Penganiayaan Kepsek MI Diadili 

Rabu, 21 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan, - Ratusan guru dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar aksi damai di…

Membanggakan, Moh. Gozi Hafifillah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan bisnis UNIJA Sumenep

Membanggakan, Moh. Gozi Hafifillah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan bisnis UNIJA Sumenep

Rabu, 21 Okt 2026 19:00 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 19:00 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep – Kebahagiaan menyelimuti keluarga Moh. Gozi Hafifillah, putra daerah asal Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. …

Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah

Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah

Rabu, 21 Okt 2026 17:21 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 17:21 WIB

SurabayaPagi, Banda Aceh - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui…

Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Rabu, 21 Okt 2026 14:59 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku anak dalam kasus perundungan (bullying) terhadap anak penyandang disabilitas hingga meninggal dunia di Surabaya, akan…

Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Rabu, 21 Okt 2026 14:47 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menjaga estetika, merapikan tata ruang, dan meningkatkan ketertiban pemanfaatan ruang kota, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

Rabu, 21 Okt 2026 14:39 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mulai November 2026, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri menarik iuran dalam bentuk apa pun mencakup…