Harga Kedelai Impor Naik Imbas Konfilik Geopolitik, Perajin Tempe di Surabaya Pilih Perkecil Ukuran

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Para perajin saat memproses tempe di Surabaya, Jawa Timur. SP/ SBY
Ilustrasi. Para perajin saat memproses tempe di Surabaya, Jawa Timur. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dampak konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai merembet ke sektor usaha kecil di Indonesia. Salah satunya yakni para perajin tempe yang kini bahan pokok untuk membuat tempe yakni kedelai impor mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. 

Salah satu yang terdampak adalah para produsen tempe di Kampung Tempe, Jalan Tenggilis Kauman, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Di kampung tersebut, terdapat tujuh rumah produksi tempe yang kini sama-sama merasakan tekanan biaya produksi lantaran harga kedelai terus merangkak naik sejak sebelum Lebaran.

"Sebelumnya sekitar Rp 9.500 per kilogram. Naiknya waktu masih puasa, habis Lebaran makin naik lagi. Sekarang sudah Rp 10.400 per kilogram," ujar Salah satu produsen, Ghofur Rohim (54), Selasa (07/04/2026).

Lebih lanjut, Ghofur menyebut dirinya masih bergantung dengan kedelai impor karena ketersediaan kedelai lokal sangat terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan produksi. Selain itu, kualitas kedelai lokal yang kerap kali menurun menjadi salah satu faktor.

Di tengah kondisi ini, Ghofur mengaku sulit untuk menaikkan harga jual secara signifikan dan justru harus memutar otak agar tetap bertahan. Sehingga, untuk menyiasatinya, ia memilih memperkecil ukuran tempe, meski langkah itu belum mampu menutup penurunan keuntungan.

"Sekarang per potong atau per kilonya saya jual sekitar Rp 11.000 sampai Rp 12.000, menyesuaikan harga kedelai. Itu pun sulit dibilang untung," ujarnya.

Meski kerap dikaitkan dengan dampak perang dagang, Ghofur menilai naik-turunnya harga kedelai sebenarnya sudah menjadi fenomena tahunan. Ia bahkan mengingat harga kedelai impor pernah menembus Rp 12.000 per kilogram. Menurutnya ketidakstabilan ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap impor masih menjadi persoalan utama.

"Katanya sih pengaruh perang. Tapi saya kira tidak juga. Dulu tidak ada perang pun tetap naik. Setiap tahun pasti ada naik-turun, apalagi menjelang akhir tahun. Dulu juga katanya pengaruh dolar, ekonomi kita sampai sekarang belum stabil," tuturnya.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi nyata untuk menstabilkan harga kedelai, sehingga para produsen tempe tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian. "Harapannya ya harga bisa turun. Kalau tidak turun, ya setidaknya stabil. Jangan naik-turun terus seperti ini," pungkasnya. sb-03/dsy

Berita Terbaru

Momentum Idul Adha, DPC Gerindra Surabaya Perkuat Solidaritas Lewat Kurban

Momentum Idul Adha, DPC Gerindra Surabaya Perkuat Solidaritas Lewat Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 14:42 WIB

Kamis, 28 Mei 2026 14:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Surabaya memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan menggelar penyembelihan …

Gelar Pasar Murah di Bojonegoro, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau

Gelar Pasar Murah di Bojonegoro, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau

Kamis, 28 Mei 2026 10:34 WIB

Kamis, 28 Mei 2026 10:34 WIB

SurabayaPagi, Bojonegoro – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggencarkan program pasar murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memperkuat k…

Buka Hotline Aduan Masyarakat, ‘Lapor Cak Eri’ Terima 400 Aduan Warga per Hari

Buka Hotline Aduan Masyarakat, ‘Lapor Cak Eri’ Terima 400 Aduan Warga per Hari

Kamis, 28 Mei 2026 10:27 WIB

Kamis, 28 Mei 2026 10:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lebih dari sepekan membuka hotline, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat "Lapor Cak Eri" melalui pesan WhatsApp di nomor…

Marak Dispensasi Nikah Anak, Angka Perceraian di Sidoarjo Tembus 2.640 Perkara

Marak Dispensasi Nikah Anak, Angka Perceraian di Sidoarjo Tembus 2.640 Perkara

Kamis, 28 Mei 2026 10:26 WIB

Kamis, 28 Mei 2026 10:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menindaklanjuti meningkatnya angka kasus perceraian di Kabupaten Sidoarjo yang saat ini tembus 2.640 perkara perceraian masuk…

Perkuat Kepedulian Sosial Pada Momen Idul Adha, DLU Distribusikan Ribuan Paket Daging

Perkuat Kepedulian Sosial Pada Momen Idul Adha, DLU Distribusikan Ribuan Paket Daging

Kamis, 28 Mei 2026 10:26 WIB

Kamis, 28 Mei 2026 10:26 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Dharma Lautan Utama (DLU) menggelar pemotongan hewan kurban secara serentak di seluruh cabang dalam rangka perayaan Hari Raya Idul A…

Gandeng Sekolah Swasta, Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Gandeng Sekolah Swasta, Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Kamis, 28 Mei 2026 10:24 WIB

Kamis, 28 Mei 2026 10:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah mengupayakan tidak adanya anak yang putus sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa Sistem…