SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dalam rangka menekan angka kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) setempat menyediakan layanan "call center" atau pusat panggilan pemberian vaksinasi PMK.
Adanya call center tersebut guna memudahkan peternak yang membutuhkan vaksin untuk ternak sapi atau kambing, dengan cukup menghubungi nomor WhatsApp 08113385000 yang dapat dihubungi peternak. Nantinya, setiap kecamatan memiliki satu petugas vaksinator yang siap bergerak kapan saja. Bahkan, untuk permintaan satu ekor ternak pun tetap dilayani.
"Begitu ada permintaan, operator langsung meneruskan ke petugas sesuai wilayah. Nanti petugas menghubungi untuk membuat jadwal kapan vaksin dilakukan. Kalau ada telepon atau permintaan masuk, satu pun tetap kita datangi. Tidak usah menunggu banyak," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakan Magetan Budi Nur Rochiman, minggu (12/04/2026).
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa model layanan vaksinasi PMK yang seperti ini dinilai lebih efektif dibanding sistem lama yang berbasis jadwal desa. Sebab, saat vaksin PMK diberikan sesuai jadwal desa banyak peternak yang tidak berada di rumah karena pergi ke sawah. "Kalau dijadwalkan ke desa, sering tidak ketemu orangnya. Tapi kalau mereka sendiri yang minta, pasti ada di rumah, sehingga lebih efektif," kata dia.
Sehingga, melalui metode ini, saat jadwal sudah ditentukan, dari sekitar 20 petugas vaksinator mampu melakukan lebih dari 200 vaksinasi di berbagai titik desa di Magetan. Meski tidak dilakukan serentak dalam satu desa, jangkauan vaksinasi PMK metode ini justru lebih luas dan cepat menyasar titik-titik rawan penyebaran.
"Dengan cara layanan center ini, kita bisa menjangkau lebih banyak titik. Begitu ada ternak baru, langsung kita vaksin, tidak menunggu jadwal," kata Budi.
Strategi tersebut juga bertujuan untuk mencegah munculnya "hotspot" penyebaran PMK. Begitu ada laporan kasus, petugas langsung bergerak membentengi wilayah sekitar. Dengan adanya program layanan tersebut, pihaknya optimistis, semakin banyak ternak sapi dan kambing di area rawan dan sulit terjangkau yang mendapatkan vaksin PMK, sehingga semakin banyak pula ternak yang terbebas dari ancaman penyakit mulut dan kuku. mg-02/dsy
Editor : Redaksi