SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti cuaca ekstrem sejak awal Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mulai gencar memberikan edukasi kewaspadaan hingga meningkatkan mitigasi di sejumlah wilayah rawan bencana.
Hal itu dijelaskan Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, bahwa sejak awal tahun ini, pihaknya mencatat sedikitnya 50 kejadian bencana sejak awal tahun, dengan 41 di antaranya merupakan tanah longsor, enam banjir, dan tiga akibat cuaca ekstrem.
Ditambah meningkatnya kejadian tanah longsor hingga pertengahan April 2026. Sehingga pihaknya telah memperkuat upaya mitigasi dengan memetakan daerah rawan longsor, khususnya di kawasan perbukitan, serta meningkatkan patroli dan pemantauan saat hujan dengan intensitas tinggi. “Dominasi longsor ini dipengaruhi curah hujan yang masih tinggi serta masa peralihan musim,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, Kamis (23/04/2026).
Selain itu, BPBD juga menyiagakan personel dan peralatan di titik-titik rawan, mempercepat penanganan material longsor, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan relawan untuk respons cepat apabila terjadi bencana. “Kami juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait tanda-tanda potensi longsor dan langkah evakuasi mandiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Masun menegaskan potensi bencana masih cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dengan durasi lama. “Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa, namun kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan,” katanya. pn-01/dsy
Editor : Redaksi