Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nelayan membenahi jaring dan peralatan tangkap di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Watulimo, Trenggalek. SP/ TRG
Nelayan membenahi jaring dan peralatan tangkap di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Watulimo, Trenggalek. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Akibat fenomena gelombang tinggi di laut selatan yang mencapai sekitar 2,5 meter membuat mayoritas nelayan di kawasan pesisir pantai Teluk Prigi, Kabupaten Trenggalek, memilih menunda aktivitas melaut karena berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran jika nekat melaut. Sehingga, sebagian besar nelayan menyandarkan kapal di pelabuhan sambil menunggu situasi laut kembali aman.

"Memang saat ini sudah mulai memasuki musim ikan, tetapi cuaca dan gelombang masih cukup tinggi sehingga banyak nelayan memilih tidak melaut untuk sementara waktu," ungkap Salah seorang nelayan, Tarmuji di Trenggalek, Selasa (16/06/2026).

Tramuji yang juga pemilik kapal KM Sumber Makmur ini mengaku sempat adu peruntungan memberangkatkan perahunya ke tengah laut untuk menjaring ikan bersama dua kapal nelayan lain pada Minggu kemarin. Namun hingga ke tengah laut, para Anak Buah Kapal (ABK) tidak bisa menangkap ikan karena terjadi badai dengan ketinggian ombak mencapai 2,5 meter.

Namun, akibat gelombang tinggi tersebut, kapal hanya mendapat tangkapan ikan 2,5 kuintal. Volume tangkapan itu tidak cukup untuk menutup biaya operasional sekali berangkat melaut dengan 15 ABK yang membutuhkan biaya Rp3 juta lebih. "Rugi besar lah pokoknya. Tidak akan diulang, menunggu cuaca baik dulu saja," katanya

Dan selama masa jeda melaut, nelayan memanfaatkan waktu untuk melakukan perawatan kapal, memperbaiki jaring yang rusak, serta mempersiapkan perlengkapan tangkap agar siap digunakan ketika kondisi perairan kembali normal, sembari memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan pengamatan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi menunjukkan puluhan nelayan tampak melakukan perbaikan jaring dan pengecekan mesin kapal di area dermaga. Aktivitas tersebut dilakukan untuk menjaga kesiapan armada dan alat tangkap menghadapi puncak musim penangkapan ikan yang biasanya berlangsung pada pertengahan tahun di perairan selatan Jawa. tr-03/dsy

Berita Terbaru

Hadir sebagai Saksi Meringankan Thariq, Dandar Ungkap Pengerjaan Sejumlah Bangunan Milik Maidi

Hadir sebagai Saksi Meringankan Thariq, Dandar Ungkap Pengerjaan Sejumlah Bangunan Milik Maidi

Jumat, 21 Agu 2026 16:44 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 16:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Kesaksian Arif Dandar Setiawan yang dihadirkan untuk meringankan terdakwa Thariq Megah justru mengungkap fakta baru dalam…

Penjualan Mobil Jatim Capai 25.228 Unit, GIIAS Surabaya 2026 Bidik Pasar Otomotif Jawa Timur

Penjualan Mobil Jatim Capai 25.228 Unit, GIIAS Surabaya 2026 Bidik Pasar Otomotif Jawa Timur

Jumat, 21 Agu 2026 15:28 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 15:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Jawa Timur kembali menjadi salah satu pasar penting industri otomotif nasional. Hingga April 2026, penjualan mobil di provinsi ini m…

Kerja Sama Dindik Jatim dengan HGI Disorot, Afiliasi Korporasi hingga Jejak Higgs Domino Jadi Pertanyaan

Kerja Sama Dindik Jatim dengan HGI Disorot, Afiliasi Korporasi hingga Jejak Higgs Domino Jadi Pertanyaan

Jumat, 21 Agu 2026 11:25 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 11:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kerja sama Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur dengan HGI Research Centre dan BOKE Technology di bidang pendidikan, kecerdasan buatan …

Walikota Mojokerto Ning Ita Raih Penghargaan Koperasi Awards 2026

Walikota Mojokerto Ning Ita Raih Penghargaan Koperasi Awards 2026

Jumat, 21 Agu 2026 09:02 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 09:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto -  Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dalam ajang Koperasi Award 2026 di …

Ketika Ho-Peng Ikut Campur, Singkirkan Fakta Hukum

Ketika Ho-Peng Ikut Campur, Singkirkan Fakta Hukum

Jumat, 21 Agu 2026 07:01 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 07:01 WIB

Oleh: Lansia 70 Tahun, yang Muak Lihat Hukum Diobral 1 .PEMBUKA: SIAPA ITU “HO- PENG”?* Dalam bahasa jalanan “hoping” itu calo. Calo tilang. Calo perkara. Calo…

Jum'at Berkah: Keajaiban Itu Nyata Ada

Jum'at Berkah: Keajaiban Itu Nyata Ada

Jumat, 21 Agu 2026 01:25 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 01:25 WIB

SURABAYAPAGI.com – TULISAN kali ini, saya mau berbagi pengalaman tentang keajaiban. Ketika pasrah datang, ketika putus asa menyelimuti, hanya sebutir semangat y…