IPM Kota Mojokerto Masuk Kategori Sangat Tinggi

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto sebesar 82,35, yang menempatkan Kota Mojokerto dalam kategori sangat tinggi. SP/ DWI
Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto sebesar 82,35, yang menempatkan Kota Mojokerto dalam kategori sangat tinggi. SP/ DWI

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran menjadi salah satu kunci keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto sebesar 82,35, yang menempatkan Kota Mojokerto dalam kategori sangat tinggi.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa setiap kebijakan penganggaran yang disusun pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada besarnya serapan anggaran, tetapi lebih kepada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Anggaran pemerintah itu bukan sekadar dihabiskan atau terserap. Yang paling penting adalah bagaimana anggaran tersebut mampu menghasilkan perubahan yang nyata terhadap kualitas hidup masyarakat. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa besar APBD yang dibelanjakan, tetapi seberapa besar dampaknya bagi masyarakat," tutur perempuan yang akrab disapa Ning Ita.

Menurut Ning Ita, indikator paling nyata dari keberhasilan pembangunan adalah meningkatnya kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten mengarahkan belanja daerah pada sektor-sektor yang berpengaruh langsung terhadap pembentukan IPM, yaitu pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

"IPM itu menggambarkan kualitas manusianya. Maka investasi terbesar pemerintah sebenarnya adalah investasi pada manusia. Ketika masyarakat sehat, pendidikannya baik, dan ekonominya meningkat, maka pembangunan akan berjalan secara berkelanjutan," terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di bidang pendidikan, pemerintah terus memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi. Berbagai program bantuan pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendidikan terus diperkuat melalui dukungan APBD.

"Kami ingin memastikan setiap anak di Kota Mojokerto memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Karena pendidikan menjadi bekal utama dalam meningkatkan daya saing generasi mendatang," katanya.

Sementara pada sektor kesehatan, pemerintah berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Mulai dari penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan, hingga jaminan kesehatan bagi masyarakat terus menjadi prioritas.

"Masyarakat yang sehat akan lebih produktif. Oleh sebab itu, anggaran kesehatan bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi bagaimana memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkualitas," jelas Ning Ita.

Ia menambahkan bahwa dimensi ketiga dalam IPM, yaitu kemampuan daya beli masyarakat, juga terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Pemerintah Kota Mojokerto mendorong tumbuhnya UMKM, memperluas investasi, membuka lapangan pekerjaan, serta menghadirkan berbagai pelatihan peningkatan kompetensi masyarakat.

"Kalau ekonominya bergerak, masyarakat memiliki pekerjaan dan pendapatan yang baik, maka daya beli meningkat. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh," katanya.

Menurut Ning Ita, capaian IPM yang masuk kategori sangat tinggi bukanlah hasil kerja dalam waktu singkat, melainkan buah dari konsistensi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus mengedepankan prinsip efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Seluruh perangkat daerah diminta memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

"Setiap program yang kami jalankan selalu berbasis data. Kami melihat kebutuhan masyarakat, kemudian anggaran diarahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Bukan hanya selesai secara administrasi, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat diukur. Inilah esensi dari penganggaran berbasis kinerja yang selama ini terus kami terapkan," tegasnya.

Ning Ita juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Mojokerto. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

"Prestasi ini patut kita syukuri, tetapi tidak boleh membuat kita cepat puas. Justru ini menjadi motivasi agar pelayanan publik semakin baik, kualitas pendidikan semakin meningkat, layanan kesehatan semakin optimal, dan ekonomi masyarakat semakin kuat. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, saya optimistis kualitas hidup warga Kota Mojokerto akan terus meningkat dari tahun ke tahun," pungkasnya.

Capaian IPM sebesar 82,35 menjadi bukti bahwa strategi pemanfaatan APBD yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia telah berjalan efektif. Melalui pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat fondasi pembangunan menuju kota yang maju, berdaya saing, dan semakin sejahtera. dwi

Berita Terbaru

Lewat Bapenda Online, Pemkab Banyuwangi Permudah Layanan Pajak 24 Jam

Lewat Bapenda Online, Pemkab Banyuwangi Permudah Layanan Pajak 24 Jam

Senin, 28 Sep 2026 12:38 WIB

Senin, 28 Sep 2026 12:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui aplikasi "Bapenda Online" yang dapat diakses 24 jam oleh masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi,…

Viral Pengantin Gen Z di Bondowoso, Pilih Koper Buat Wadah Seserahan Nikah

Viral Pengantin Gen Z di Bondowoso, Pilih Koper Buat Wadah Seserahan Nikah

Senin, 28 Sep 2026 12:27 WIB

Senin, 28 Sep 2026 12:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada momen unik hingga viral di media sosial (medsos), sepasang pengantin Gen Z di Kabupaten Bondowoso yang…

11 Hektare Situs Ijen Geopark Black Lava Plalangan Bondowoso Hangus Terbakar

11 Hektare Situs Ijen Geopark Black Lava Plalangan Bondowoso Hangus Terbakar

Senin, 28 Sep 2026 12:16 WIB

Senin, 28 Sep 2026 12:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Fenomena Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi, kali ini api melahap kawasan wisata Black Lava Plalangan, Desa…

Portal Jembatan Koncer Bondowoso Dipasang Lagi, Truk Besar Tak Boleh Lewat

Portal Jembatan Koncer Bondowoso Dipasang Lagi, Truk Besar Tak Boleh Lewat

Senin, 28 Sep 2026 12:15 WIB

Senin, 28 Sep 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Menindaklanjuti setelah badan jalan jembatan kembali mengalami kerusakan, kini Petugas gabungan juga bakal memasang kembali…

Bernilai Historis Kuat, Naskah Kuno Babad Besuki Situbondo Masuk IKON 2026

Bernilai Historis Kuat, Naskah Kuno Babad Besuki Situbondo Masuk IKON 2026

Senin, 28 Sep 2026 11:41 WIB

Senin, 28 Sep 2026 11:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menetapkan naskah kuno Babad Besuki sebagai Ingatan Kolektif Nasional…

Biaya Produksi Naik, Petani Bojonegoro Keluhkan Harga Tembakau Justru Anjlok 

Biaya Produksi Naik, Petani Bojonegoro Keluhkan Harga Tembakau Justru Anjlok 

Senin, 28 Sep 2026 11:33 WIB

Senin, 28 Sep 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sejak beberapa pekan ini, sejumlah petani di Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan harga tembakau mengalami penurunan yang dinilai…