BEI Akui Ada Kekhawatiran dari Investor Institusional Global

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan MSCI menunggu konsistensi dari reformasi pasar modal yang dijalankan Self-Regulatory Organization (SRO). Ia mengatakan, MSCI mengakui dan mengapresiasi inisiatif SRO dalam menjalankan reformasi tersebut.

"Kalau kita membaca pengumuman MSCI terakhir kan adalah yang ditunggu adalah konsistensi. Dari apa yang sudah dilakukan, MSCI sudah memberikan apresiasi bahwa kebijakan itu sudah in the right direction, yang ditunggu adalah konsistensi. Itu yang akan terus kita lakukan," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Jeffrey juga berkomitmen untuk menyediakan data secara transparan kepada publik. Selain itu, BEI juga mendorong perusahaan tercatat untuk memenuhi batas free float sebesar 15%.

"Jadi transparansi data akan secara konsisten kita sampaikan terus kepada publik. Bagaimana kita sama-sama mengawal terpenuhinya free float itu juga konsisten kita lakukan. Bagaimana kita terus melakukan screening atas saham-saham yang punya potensi, pemegang sahamnya terkonsentrasi itu juga akan konsisten kita lakukan," jelasnya.

Jeffrey juga mengaku pertemuan dengan tim teknis penyedia indeks global terus dilakukan hingga saat ini. Bahkan persetejuan tersebut tidak hanya dilakukan dengan MSCI, tetapi juga dengan FTSE Russell.

"Diskusi dengan MSCI maupun FTSE itu rutin kita lakukan," tandanya.

Sebagai informasi, MSCI membuka opsi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia karena adanya kekhawatiran investor institusional global terhadap pasar modal Indonesia. Hasil peninjauan indeks ini dijadwalkan pada November mendatang, jika tidak ada kemajuan yang memadai terkait isu transparansi.
Kekhawatiran tersebut utamanya terjadi karena struktur kepemilikan saham yang dianggap tidak transparan dan indikasi perdagangan terkoordinasi. Adapun pada pengumuman Jumat (19/6) kemarin, MSCI juga telah menurunkan nilai aksesibilitas pasar modal RI pada kriteria information flow dari positif menjadi negatif.

"Apabila kemajuan yang memadai belum terlihat pada saat Peninjauan Indeks MSCI bulan November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi mengenai penanganan yang tepat untuk pasar Indonesia, yang mungkin mencakup konsultasi mengenai reklasifikasi Indonesia dari Emerging Markets ke Frontier Markets," tulis pengumuman MSCI, Rabu (24/6). n he, ec

Berita Terbaru

Rumah Kontrakan pun Disasar Pajak

Rumah Kontrakan pun Disasar Pajak

Selasa, 11 Agu 2026 02:33 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:33 WIB

SURABAYAPAGI.com – Pemerintah mau memperluas basis pajak 2027 dengan menyasar rumah kontrakan. Namun, pengamat mengingatkan pemungutan pajak ini harus tepat s…

Mentan Datang di Daerah, Harga Beras Turun

Mentan Datang di Daerah, Harga Beras Turun

Selasa, 11 Agu 2026 02:30 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:30 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor,akhir pecan lalu (8/8/2026). Kunjungan ini m…

BPOM, Ingatkan Minyak Goreng Berbau Tidak Normal

BPOM, Ingatkan Minyak Goreng Berbau Tidak Normal

Selasa, 11 Agu 2026 02:24 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:24 WIB

SURABAYAPAGI.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat mewaspadai minyak goreng yang memiliki bau tidak normal. Imbauan ini disampaikan s…

Rp4,9 Miliar Hasil Judi Online Disetorkan ke Bank Syariah

Rp4,9 Miliar Hasil Judi Online Disetorkan ke Bank Syariah

Selasa, 11 Agu 2026 02:22 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya menyetorkan Rp4,907 miliar ke kas negara. Uang tersebut merupakan hasil penyitaan dalam…

Sidang Praperadilan Replik dan Duplik Kasus Dugaan Salah Tangkap Pimred Surabaya Pagi

Sidang Praperadilan Replik dan Duplik Kasus Dugaan Salah Tangkap Pimred Surabaya Pagi

Selasa, 11 Agu 2026 02:16 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:16 WIB

​SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam Sidang praperadilan ke tiga di Pengadilan Negeri Surabaya yang dipimpin Hakim Tunggal Muhammad Zulkarnain, S.H., M.H pada …

Belanja Perubahan APBD Jatim 2026 Naik Rp2,64 Triliun, Fokus Pendidikan hingga Infrastruktur

Belanja Perubahan APBD Jatim 2026 Naik Rp2,64 Triliun, Fokus Pendidikan hingga Infrastruktur

Senin, 10 Agu 2026 19:40 WIB

Senin, 10 Agu 2026 19:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengusulkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan m…