Sudewo didakwa Jual Beli Jabatan Perangkat Desa Senilai Rp 2,49 miliar

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang dugaan korupsi yang menjerat eks Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir ricuh. Ini usai majelis hakim memutuskan menolak eksepsi Sudewo. Selepas sidang, massa pendukung Sudewo dan petugas KPK sempat bersitegang.

Ratusan massa pendukung Sudewo diketahui sudah mengawal jalannya sidang sejak Senin pagi. Mereka kemudian terlibat saling dorong dengan petugas KPK saat Sudewo hendak dibawa keluar.
Aksi saling dorong berubah menjadi kericuhan dan pengadangan mobil tahanan. Massa tidak memperkenankan Sudewo keluar dari area pengadilan.

Untuk mengantisipasi situasi, Sudewo kemudian dipindahkan ke mobil rantis lapis baja Brimob. Namun, massa tetap menghadang kendaraan tersebut dan meminta Sudewo segera dibebaskan.

Kericuhan semakin panas setelah muncul dugaan adanya oknum petugas KPK yang berbenturan dengan Sudewo. Massa pendukung kemudian meminta oknum pengawal tahanan KPK meminta maaf di hadapan mereka.

Untuk menenangkan massa, Sudewo sempat keluar dari atas mobil dan menyampaikan pesan kepada para pendukungnya.

"Saya berharap semuanya berdoa supaya saya bebas," ujarnya.

"Saya bisa menjadi bupati kembali, melanjutkan pembangunan Kabupaten Pati yang kita cintai," katanya lagi.
Massa saat itu ada yang merangsek dan menarik seragam petugas itu hingga sobek. Alhasil, petugas KPK kembali masuk ke ruang tunggu jaksa di Pengadilan Tipikor.

Diketahui, dalam sidang majelis hakim menolak eksepsi Sudewo terkait perkara dugaan korupsi proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan pengisian perangkat desa. Usai sidang, massa pendukung Sudewo dan petugas KPK sempat bersitegang saat Sudewo hendak dibawa meninggalkan gedung Pengadilan Tipikor.
Saat masih di ruang sidang, petugas KPK berbaju hijau memborgol tangan Sudewo. Hal itu memicu kemarahan para pendukung Sudewo. Mereka meminta petugas tidak langsung memborgol tangan Sudewo.

Kericuhan berlanjut saat Sudewo usai menyalami para pendukungnya di depan gerbang. Usai menyalami, Sudewo terlihat ditarik petugas KPK untuk masuk ke mobil tahanan karena dinilai sudah terlalu lama.

Saat itulah terjadi ketegangan antara petugas dengan pendukung. Massa tak membiarkan mobil tahanan membawa Sudewo kembali ke rutan. Sekitar setengah jam berada di mobil tahanan, Sudewo akhirnya dipindahkan ke mobil rantis Brimob.

Namun, mobil Brimob pun langsung diduduki oleh para pendukung Sudewo. Mobil yang berisikan Sudewo itu sempat tertahan sekitar 1,5 jam. Massa juga terlihat melempar air mineral ke dalam halaman pengadilan.
Petugas KPK pun sempat hendak keluar menemui massa.

Baru sekitar pukul 12.15 WIB, petugas KPK kembali menemui massa yang sudah memadati halaman Pengadilan Tipikor. Ia dikawal salah satu pendukung Sudewo yang meminta massa untuk mendengarkan penjelasan petugas KPK
Seusai menjalani sidang, Sudewo digiring menuju mobil tahanan.

Jual beli Jabatan Rp 2,49 miliar
Siang itu situasi memanas ketika Sudewo hendak menemui massa pendukung yang sudah menunggu di luar ruang sidang.

Sebelumnya diberitakan, mantan Bupati Pati Sudewo didakwa jual beli jabatan perangkat desa senilai Rp 2,49 miliar saat menjabat sebagai Bupati Pati, di Pengadilan Tipikor, Semarang, Senin (15/6/2026).

Sudewo dan tiga kepala desa lainnya disebut melakukan korupsi jual beli jabatan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Joko Hermawan juga mendakwa Sudewo menerima suap di pusaran kasus korupsi DJKA. n bin, jk, dna

Berita Terbaru

5 Tahun Pendapatan Perumdam Kota Madiun Tak Sesuai Target, Pengamat: Jangan Sampai Salah Pilih Direksi  ‎

5 Tahun Pendapatan Perumdam Kota Madiun Tak Sesuai Target, Pengamat: Jangan Sampai Salah Pilih Direksi ‎

Kamis, 16 Jul 2026 08:43 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 08:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengamat kebijakan publik sekaligus Direktur Statistika Indonesia, Nu'man Iskandar, menyoroti kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Min…

Bandar di Buenos Aires, Prediksi Inggris 1-2 Argentina

Bandar di Buenos Aires, Prediksi Inggris 1-2 Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:25 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laga di Atlanta, menghadirkan rivalitas panjang yang telah menghasilkan banyak momen bersejarah di panggung Piala Dunia. Tiket menuju partai…

Para Bookmaker Global Condong ke Argentina

Para Bookmaker Global Condong ke Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:22 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Meskipun Inggris sedikit diunggulkan untuk menang dalam waktu normal, peta kekuatan berbalik saat bicara opsi To Advance / To Qualify (tim…

FINAL PALING MENARIK, Skenario Final Spanyol Versus Argentina

FINAL PALING MENARIK, Skenario Final Spanyol Versus Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:20 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:20 WIB

SURABAYAPAGI.com - Salah satu skenario final impian Piala Dunia 2026 adalah Spanyol versus Argentina. Pertemuan kedua tim jika mampu melewati cadangan lawan…

Beberapa Bursa dan Analisis dari Eropa Sejak Awal Jagokan Inggris

Beberapa Bursa dan Analisis dari Eropa Sejak Awal Jagokan Inggris

Kamis, 16 Jul 2026 01:18 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:18 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berbagai lembaga keuangan dan model statistik, termasuk beberapa bursa dan analisis dari Eropa, sempat menjagokan Belanda dan Inggris…

SPANYOL VS....?? Pasar Taruhan Internasional Prediksi Final Piala Dunia 2026

SPANYOL VS....?? Pasar Taruhan Internasional Prediksi Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Jul 2026 01:14 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertandingan Inggris versus Argentina akan berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat (AS), Rabu (15/7) waktu lokal atau Kamis (16/7)…