SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga di desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, tengah menggencarkan pembinaan pengembangan objek wisata di 12 desa di wilayah tersebut. Selain untuk meningkatkan perekonomian desa, pembinaan pengembangan objek wisata desa itu untuk menggali potensi desa.
"Karena itu, desa yang memiliki potensi wisata, maka kami dorong untuk dikembangkan, dan pemkab juga memberikan pendampingan khusus agar objek wisata yang ada di desa tersebut bisa dikembangkan dan dikelola secara optimal," jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pamekasan Taufikurrachman, Selasa (30/06/2026).
Diketahui, total jumlah desa yang ada di Kabupaten Pamekasan sebanyak 178 desa, tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan. Ke 12 desa itu masing-masing Desa Montok, Kecamatan Larangan, Desa Lembung, Kecamatan Galis, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, dan Desa Kertagena Daya, Kecamatan Kadur.
Selanjutnya Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Desa Gagah, Kecamatan Kadur, dan Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu. Lalu, empat desa lainnya adalah Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, lalu Desa Klampar, Kecamatan Proppo, dan Desa Branta, Kecamatan Tlanakan.
"Dari jumlah ini, ada sebanyak 12 desa yang memiliki potensi objek wisata, baik berupa wisata alam, ataupun objek wisata yang memang dibangun oleh pemerintahan desa," katanya.
Diketahui berdasarkan laporan Pemkab Pamekasan per 2025, sumbangan sektor wisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tergolong masih minim yakni antara 3,46 hingga 4,19 persen dari target yang ditetapkan, diantaranya seperti yang dikelola oleh Pemdes Gagah, Kecamatan Kadur, kami yakin, sumbangan pendapatan di sektor ini ke depan akan meningkat. Apalagi, usaha pariwisata juga memiliki dampak ikutan pada jenis usaha lain, seperti pedagang makanan dan minuman dan mainan untuk anak-anak. pm-0/dsy
Editor : Redaksi