SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun berencana menambah 4.000 titik Alat Penerangan Jalan (APJ) setelah proyek penerangan jalan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dinilai berhasil menekan biaya energi hingga Rp.662,8 juta.
Efisiensi tersebut setara 23,56 persen dari batas maksimal biaya energi yang ditetapkan, sehingga realisasi penggunaan anggaran hanya mencapai 76,44 persen.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan dengan efisiensi dari proyek APJ KPBU tersebut dapat dialihkan ke program pembangunan yang lainnya.
“Saya berharap nanti ada penambahan 4.000 titik APJ lagi, sehingga Kabupaten Madiun benar-benar terang benderang,” ujar Hari Wuryanto saat pemantauan bersama proyek APJ di Ruang IT Puspem Kabupaten Madiun, Rabu (1/7/2026).
Ia menambahkan, program APJ dengan skema KPBU sejauh ini berjalan baik dan bahkan menjadi rujukan sejumlah daerah lain untuk melakukan studi banding. Meski demikian, hasil evaluasi tetap menunjukkan adanya beberapa aspek yang perlu diperbaiki agar manfaat program semakin optimal.
Sementara itu, Kajari Kabupaten Madiun Achmad Hariyanto Mayangkoro menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum mulai tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek penambahan APJ tersebut.
"Karena, proyek ini untuk masyarakat, dan cukup besar mengurangi daya energi dan disisi lain meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun", ujar Achmad
Deputi Direktur Keuangan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) M. Rido mengapresiasi keberhasilan Pemkab Madiun dalam menjalankan APJ dengan skema KPBU.
"KPBU APJ Kabupaten Madiun ini selalu kami promosikan ke daerah lain karena dinilai berhasil. Bahkan proyek ini juga mendapat pengakuan internasional dari Korea Selatan,” ujarnya.
Editor : Redaksi