Apindo Minta Penghapusan Pajak JHT Dikaji Matang, Jangan Bebani APBN

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah tidak terburu-buru menghapus pajak atas pencairan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).

Di tengah desakan kalangan buruh agar pajak tersebut dihapus, dunia usaha menilai setiap perubahan kebijakan perpajakan harus tetap memperhitungkan dampaknya terhadap penerimaan negara dan keberlanjutan fiskal.

Ketua Komite Perpajakan Apindo, Siddhi Widyaprathama, mengatakan usulan penghapusan pajak JHT tidak bisa diputuskan hanya karena meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perlambatan ekonomi.

Menurutnya, kebijakan perpajakan harus disusun melalui kajian yang menyeluruh.

"Isu ini memang sensitif, terutama bagi pekerja. Namun perubahan kebijakan perpajakan harus dikaji secara komprehensif agar tidak menimbulkan konsekuensi terhadap penerimaan negara maupun APBN," ujar Siddhi, Minggu (12/7/2026).

Siddhi menjelaskan, pengenaan pajak atas manfaat JHT bukan merupakan kebijakan baru. Aturan tersebut telah berlaku sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2009 sehingga pemerintah dinilai telah memiliki dasar hukum yang jelas dalam penerapannya.

Selain itu, pemerintah juga telah memberikan relaksasi berupa pembebasan pajak untuk pencairan manfaat JHT hingga Rp50 juta. Adapun pencairan di atas nilai tersebut dikenai pajak penghasilan final sebesar 5 persen.

Menurut Siddhi, dalam prinsip perpajakan, setiap penghasilan yang diterima wajib pajak pada dasarnya dapat dikenai pajak sebagai bagian dari asas keadilan. Karena itu, penghapusan pajak secara menyeluruh perlu dipertimbangkan secara hati-hati.

Alih-alih menghapus pajak sepenuhnya, Apindo mengusulkan pemerintah mencari formulasi yang lebih proporsional bersama perwakilan pekerja.

Salah satu opsi yang dinilai layak adalah menaikkan batas manfaat JHT yang bebas pajak agar menyesuaikan inflasi atau menyederhanakan mekanisme pemajakannya.

"Jalan terbaik adalah duduk bersama antara pemerintah dan perwakilan pekerja untuk mencari formulasi yang proporsional, baik melalui penyesuaian batas bebas pajak mengikuti inflasi maupun penyederhanaan skema," kata Siddhi.

Ia juga mengingatkan bahwa ruang fiskal pemerintah saat ini memiliki keterbatasan. Karena itu, setiap kebijakan insentif perpajakan perlu dihitung secara cermat agar tidak mengganggu keseimbangan APBN.

"Solusi yang adil harus mempertimbangkan perlindungan bagi pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan APBN, bukan hanya menjawab kepentingan jangka pendek satu kelompok," ujarnya.

Sementara itu, wacana evaluasi pajak JHT kembali mengemuka setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah terbuka mengkaji usulan perubahan skema pajak yang disampaikan kalangan buruh melalui Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal.

Purbaya mengatakan pemerintah akan lebih dulu mengevaluasi ketentuan yang berlaku, menghitung dampaknya terhadap penerimaan negara, serta menilai konsekuensinya terhadap kondisi ekonomi masyarakat sebelum mengambil keputusan.

"Kita akan melihat peraturan yang ada dan dampaknya terhadap pendapatan APBN maupun dampak ekonominya bagi masyarakat yang diusulkan memperoleh pembebasan pajak," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data sementara pemerintah, sekitar 95 persen penerima manfaat JHT saat ini sebenarnya telah dikenai tarif pajak 0 persen.

Namun, data tersebut masih akan diverifikasi bersama BPJS Ketenagakerjaan sebelum pemerintah menentukan arah kebijakan.

Dengan demikian, pemerintah masih berada pada tahap pengkajian.

Keputusan mengenai skema pajak JHT nantinya akan mempertimbangkan keseimbangan antara perlindungan daya beli pekerja, kepastian regulasi, serta keberlanjutan fiskal negara.

Berita Terbaru

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang — Jajaran Polsek Pasirian bergerak cepat mengevakuasi seekor buaya liar berukuran dua meter dari area rawa di Dusun Kaliwelang, Desa Go…

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…