Dipicu Faktor Ekonomi, Dindikpora Catat 100 Anak Lebih di Magetan Tak Sekolah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Proses belajar mengajar di salah satu sekolah di Magetan. SP/ MGT
Ilustrasi. Proses belajar mengajar di salah satu sekolah di Magetan. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui  Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) setempat mencatat lebih dari 100 anak usia sekolah di Magetan masih belum mengenyam pendidikan. Dan berdasarkan pendataan sementara, jumlah anak yang tidak sekolah masih berada di kisaran seratus lebih. 

Kepala Dindikpora Magetan Suhardi mengatakan, sebagian besar dari mereka tidak bersekolah karena terkendala kondisi ekonomi keluarga yang menjadi penyebab terbesar. Dan hingga saat ini, data tersebut masih terus diperbarui. 

"Anak yang tidak sekolah itu masih ada. Data kami sekitar seratusan lebih. Jadi, anak diminta membantu orang tua bekerja. Kasus seperti itu masih kami temukan, terutama di beberapa wilayah," kata Suhardi, Senin (20/7/2026). 

Selain persoalan ekonomi, Dindikpora Magetan juga menemukan anak yang tidak melanjutkan pendidikan karena mengalami gangguan psikologis. Oleh karenanya, untuk menangani persoalan itu, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah. Anak-anak dari keluarga kurang mampu diarahkan mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan skema afirmasi. 

"Kami juga meminta PKBM menerima anak-anak dari keluarga afirmasi, jangan semuanya berbayar," kata Suhardi.

Sementara bagi anak yang mengalami gangguan psikologis, Dindikpora menggandeng guru pendidikan khusus untuk memberikan layanan belajar dari rumah atau homeschooling. Sehingga, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi.

"Kalau ada anak yang mengalami gangguan psikologis, kami lakukan pembelajaran di rumah. Kami menggandeng guru-guru pendidikan khusus agar mereka tetap mendapatkan hak belajar. Yang kami garis bawahi, anak harus sekolah. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," pungkasnya. mg-02/dsy

Berita Terbaru

Rp88,7 Miliar Berputar, Rp10,5 Miliar Belum Kembali: Kesaksian Korban Ungkap Investasi Buah Impor di Surabaya

Rp88,7 Miliar Berputar, Rp10,5 Miliar Belum Kembali: Kesaksian Korban Ungkap Investasi Buah Impor di Surabaya

Senin, 31 Agu 2026 21:29 WIB

Senin, 31 Agu 2026 21:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi perdagangan buah impor yang menjerat Dimas Helmi Achmad …

Kejar PAD di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Madiun: Jangan Bebani Masyarakat

Kejar PAD di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Madiun: Jangan Bebani Masyarakat

Senin, 31 Agu 2026 20:06 WIB

Senin, 31 Agu 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – DPRD Kabupaten Madiun meminta Pemkab Madiun tidak menjadikan masyarakat sebagai tumpuan utama untuk mendongkrak Pendapatan Asli D…

Waduh!! Motor Penonton Konser Jos Jis Fest Hilang, Polres Ponorogo Turun Tangan

Waduh!! Motor Penonton Konser Jos Jis Fest Hilang, Polres Ponorogo Turun Tangan

Senin, 31 Agu 2026 20:03 WIB

Senin, 31 Agu 2026 20:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Seorang warga Kabupaten Ponorogo melaporkan kehilangan sepeda motor setelah menghadiri konser JOSJIS Fest 2026 di Stadion Batoro…

Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Mitsubishi Tabrak Yembok Sekolahan di Blitar

Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Mitsubishi Tabrak Yembok Sekolahan di Blitar

Senin, 31 Agu 2026 18:52 WIB

Senin, 31 Agu 2026 18:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga sekitar Sekolahan SDN Malirsn 3 Kecamatan Ponggok Kab.Blitar di kejutkan suara benturan keras dari depan SDN Maliran, setelah…

HUT Kemerdekaan RI Ke81 Pemdes Kalipecabean Kecamatan Candi Gelar Pertunjukan Wayang kulit dan Campur Sari

HUT Kemerdekaan RI Ke81 Pemdes Kalipecabean Kecamatan Candi Gelar Pertunjukan Wayang kulit dan Campur Sari

Senin, 31 Agu 2026 17:32 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 , Desa Kalipecabean kecamatan Candi menggelar acara…

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran

Senin, 31 Agu 2026 17:25 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:25 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa untuk menghadapi perubahan zaman. Melalui…