Dinilai Langgar Kode Etik ASN, Pedagang Pasar Adukan Kabag Hukum ke Sekda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Paguyuban Pedagang Pasar se-kota Madiun.
Paguyuban Pedagang Pasar se-kota Madiun.

i

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dinilai melanggar kode etik aparatur sipil negara (ASN), Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Madiun mengadukan Kepala Bagian Hukum Pemkot Madiun Ika Puspitaria kepada Sekretaris Daerah (Sekda). Pengaduan itu akibat pernyataan Ika selaku kuasa hukum Pemkot dalam sidang PTUN Surabaya yang dianggap tidak sesuai dengan fakta yang dialami pedagang.

‎"Kami mengadukan kabag hukum atas dugaan pelanggaran kode etik ASN," ujar Ahmad Ibrahim Wakil Ketua Paguyuban Pasar se-Kota Madiun, Selasa (4/7/2026). 

‎Dalam pengaduan tersebut terdapat beberapa keterangan yang diduga tidak sesuai dengan yang dialami pedagang secara langsung.

‎Pertama, disampaikan bahwa terhadap pelanggaran Pasal 15 Ayat (1) huruh h. Perda Nomor 16 Tahun 2018 telah dilakukan tahapan teguran lisan, surat peringatan, hingga pencabutan Surat Izin Penempatan (SIP) sebagaimana bunyi Pasal 18.

‎"Menurut pemahaman kami atas perda tersebut, ketentuan sanksi atas pelanggaran Pasal 15 justru diatur dalam Pasal 45 ayat (2), yaitu berupa pidana ringan atau denda," jelasnya. 

‎Kedua, disampaikan adanya berita acara sebagai bagian dari proses sebelum dijatuhkannya sanksi administratif. Faktanya, para pedagang yang dikenai pencabutan SIP tidak pernah dipanggil secara pribadi untuk dilakukan pemeriksaan.

‎"Tidak pernah dimintai keterangan dalam suatu berita acara pemeriksaan maupun berita acara klarifikasi. Serta tidak pernah menandatangani berita acara apapun sebelum diterbitkannya keputusan pencabutan SIP," tegasnya. 

‎Selain itu paguyuban menilai perbuatan tersebut melukai pedagang serta hilangnya rasa empati seorang ASN terhadap rakyat yang harus dilayani. Sudah semestinya tidak menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai fakta dilapangan.

‎"Keberadaan ASN bukan semata-mata untuk membela institusi pemerintah. Melainkan juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," kata Ibrahim. 

‎Dalam aduannya pedagang pasar meminta Sekda melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terkait pernyataan Ika dalam persidangan perkara PTUN No 26/G/2026/PTUN.SBY.

‎Sekda juga diminta menilai kepatuhan kabag hukum dengan nilai dasar ASN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 20/2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Serta menilai kepatuhan yang bersangkutan terhadap ketentuan kode etik dan perilaku ASN. 

‎Ibrahim berharap surat pengaduan Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Madiun kepada Sekda Kota Madiun yang dikirim pada Senin (3/7/2026) tersebut direspons dan ditindaklanjuti. Pedagang pasar juga berencana mengadukan Kabag Hukum Pemkot Madiun ke Polres Sidoarjo atas keterangan bohong di persidangan.waf

Berita Terbaru

IDI Jember Sebut Telemedicine Homecare Mampu Memangkas Jarak dan Membantu Ke Keputusan Awal Pemeriksaan

IDI Jember Sebut Telemedicine Homecare Mampu Memangkas Jarak dan Membantu Ke Keputusan Awal Pemeriksaan

Selasa, 04 Agu 2026 20:33 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember memberikan tanggapan terkait implementasi program pelayanan Homecare bagi masyarakat. O…

Jatim Desak Pemerintah Berikan Trauma Healing bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II

Jatim Desak Pemerintah Berikan Trauma Healing bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II

Selasa, 04 Agu 2026 20:32 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta pemerintah pusat dan Pemprov Jatim memberikan layanan trauma healing sebagai bagian p…

Polrestabes Surabaya Amankan Tiga Pelaku Penyerobotan Ruko di Ngagel

Polrestabes Surabaya Amankan Tiga Pelaku Penyerobotan Ruko di Ngagel

Selasa, 04 Agu 2026 20:30 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Buntut dugaan aksi premanisme yang viral di media sosial terkait penyerobotan Ruko di Jalan Krukah Utara Ngagelrejo Kec. Wonokromo…

Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo, Kerugian Negara Capai Rp 3,6 Miliar, Tersangka Diduga Terima Fee 30 Persen

Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo, Kerugian Negara Capai Rp 3,6 Miliar, Tersangka Diduga Terima Fee 30 Persen

Selasa, 04 Agu 2026 18:26 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 18:26 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Pengusutan kasus dugaan korupsi penyimpangan tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo tahun anggaran 2023–2026 t…

Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Ponorogo, Kejari Tahan Kabag Keuangan Sekwan 

Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Ponorogo, Kejari Tahan Kabag Keuangan Sekwan 

Selasa, 04 Agu 2026 18:16 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 18:16 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo resmi menetapkan dan menahan Kabag Keuangan Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Ponorogo Fuad Safrowi…

Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Kuota 133 Rumah dari Kediri Dialihkan 

Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Kuota 133 Rumah dari Kediri Dialihkan 

Selasa, 04 Agu 2026 16:26 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 16:26 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Fakta baru terungkap dalam sidang dugaan korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten…