SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai salah satu langkah strategis untuk mendukung penilaian dan penetapan Kota Batu sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia sekaligus bagian dari proses verifikasi dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tengah menggencarkan Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).
Pasalnya, Kota Batu memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat kuat. Potensi tersebut bertumpu pada sektor pertanian, pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kreativitas masyarakat, termasuk generasi muda. Dimana, Kota Batu tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Produk tersebut meliputi kuliner, kriya, desain kemasan, karya seni, konten kreatif, hingga pengalaman wisata yang menarik.
"Potensi tersebut menjadi pondasi penting dalam mewujudkan Kota Batu sebagai kota gastronomi berbasis pertanian dan ekonomi kreatif," ujar Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kota Batu, Dra. Emilyati, M.Si, Rabu (05/08/2026).
Sehingga, adanya pelaksanaan uji petik menjadi bagian penting dalam menilai kesiapan ekosistem ekonomi kreatif di daerah tersebut dan adanya penilaian tersebut juga menjadi sarana untuk memetakan berbagai potensi yang telah berkembang di tengah masyarakat. Sedangkan proses verifikasi tersebut melibatkan berbagai unsur yang memiliki keterkaitan dengan subsektor ekonomi kreatif.
Pemerintah Kota Batu juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperoleh masukan dari tim penilai nasional. Masukan itu diharapkan dapat memperkuat subsektor unggulan yang selama ini menjadi ciri khas daerah. Tak hanya itu, kegiatan PMK3I juga menjadi forum untuk menyepakati subsektor unggulan berdasarkan hasil verifikasi yang telah dilakukan. Kesepakatan tersebut diharapkan mampu menjadi dasar dalam menyusun arah pengembangan ekonomi kreatif di Kota Batu. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menegaskan posisi sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama pembangunan daerah. bt-02/dsy
Editor : Redaksi