Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Sidoarjo Subandi saat menandatangani komitmen bersama melestarikan Mangrove yang diikuti pemerintah kabupaten/kota di sepanjang Pantai Utara Jawa. SP/SDA
Bupati Sidoarjo Subandi saat menandatangani komitmen bersama melestarikan Mangrove yang diikuti pemerintah kabupaten/kota di sepanjang Pantai Utara Jawa. SP/SDA

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Untuk menjaga kawasan pantai, sekaligus mendorong kawasan tersebut sebagai aset ekonomi baru bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mulai konsisten memperkuat ekosistem mangrove di pesisir Sidoarjo. Pasalnya, Mangrove dinilai memiliki potensi lebih luas karena dapat dikembangkan untuk mendukung ekonomi masyarakat, mulai dari perikanan hingga ekowisata.

Karena itu, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi mangrove. “Melalui deklarasi ini kami berkomitmen menjadikan pengelolaan ekosistem mangrove sebagai fondasi pembangunan masyarakat pesisir yang inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Bupati Sidoarjo, Subandi, Selasa (11/08/2026).

Diketahui, ada lima komitmen yang disepakati dalam deklarasi tersebut. Pertama, memperkuat pemberdayaan masyarakat secara inklusif dan partisipatif melalui pendataan kelompok sasaran, pemetaan potensi, peningkatan kapasitas, pendampingan usaha hingga penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan mangrove. 

Kedua, mendorong ekonomi berkelanjutan berbasis mangrove. Potensinya mencakup silvofishery, perikanan berkelanjutan, produk olahan hasil laut dan mangrove, hasil hutan bukan kayu, ekowisata hingga pengembangan UMKM lokal. Dan ketiga, penguatan kelembagaan dan ekonomi lokal melalui kelompok usaha, koperasi, BUM Desa maupun BUM Desa Bersama. Lembaga tersebut diharapkan mampu membuka akses pembiayaan, membangun kemitraan dan mengelola usaha secara profesional.

Selanjutnya, pemerintah daerah mendorong sinergi multipihak melalui dukungan kebijakan, riset, inovasi, investasi, teknologi, akses pasar hingga tanggung jawab sosial lingkungan. Komitmen terakhir adalah menyusun dan memantau rencana aksi bersama dengan menetapkan wilayah prioritas, sasaran penerima manfaat, indikator keberhasilan serta evaluasi secara berkala. 

Dengan demikian, program nilai ekonomi karbon mangrove diharapkan tidak berhenti pada upaya menjaga lingkungan, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun masyarakat pesisir yang lebih mandiri dan memiliki sumber penghasilan berkelanjutan. sd-02/dsy

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti Tio Ferdian Rahmana, runner up Raka Raki Jawa Timur 2026 yang menjadi sorotan setelah muncul dugaan dirinya…

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.comn, Malang - Selain bahan pangan dan sejumlah kebutuhan lain yang juga naik, turut mempengaruhi kenaikan harga kedelai membuat perajin tempe di…

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti peristiwa gatal-gatal pada anak-anak, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui DLH setempat telah membatasi…

Pemkab Bojonegoro Salurkan Pupuk NPK, Beban Pengeluaran Petani Tembakau Berkurang

Pemkab Bojonegoro Salurkan Pupuk NPK, Beban Pengeluaran Petani Tembakau Berkurang

Selasa, 11 Agu 2026 14:59 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 14:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai upaya dalam menjaga produktivitas tanaman sekaligus mengurangi beban pengeluaran para petani tembakau selama musim…

Di Tengah Rehabilitasi Pasar Klojen, Pemkab Lumajang: Pedagang tak Perlu Direlokasi

Di Tengah Rehabilitasi Pasar Klojen, Pemkab Lumajang: Pedagang tak Perlu Direlokasi

Selasa, 11 Agu 2026 14:51 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 14:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti progres rehabilitasi sejumlah fasilitas pasar, salah satunya di Pasar Klojen, Kabupaten Lumajang, Pemerintah…

Lanjutkan WFH setiap Jumat, Pemkab Lumajang Mampu Hemat Kas Hingga Rp464 Juta

Lanjutkan WFH setiap Jumat, Pemkab Lumajang Mampu Hemat Kas Hingga Rp464 Juta

Selasa, 11 Agu 2026 14:44 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dengan efisiensi penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat, Pemerintah…