BSI Catat 24,3 Juta Nasabah, Laba Semester I 2026 Tumbuh 11 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026, ditopang peningkatan jumlah nasabah, penghimpunan dana, serta transaksi digital. Hingga Juni 2026, jumlah nasabah BSI mencapai 24,3 juta, menjadi yang tertinggi sejak bank tersebut berdiri.

Pertumbuhan basis nasabah tersebut berlangsung seiring penguatan infrastruktur teknologi dan layanan digital BSI. Sejak Januari 2026, jumlah nasabah terus meningkat dan setelah transformasi teknologi rampung pada Mei 2026, pertumbuhan nasabah tercatat lebih dari 200 ribu per bulan.

Dari sisi bisnis, pertambahan nasabah membuka ruang bagi BSI untuk memperbesar penghimpunan dana murah, pembiayaan, transaksi digital, hingga layanan berbasis investasi dan pengelolaan kekayaan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan investasi teknologi yang dilakukan perseroan tidak semata diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sistem, tetapi juga memperbaiki pengalaman transaksi nasabah.

“Teknologi bukan lagi sekadar fungsi pendukung operasional. Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis,” ujar Anggoro.

Laba Bersih Naik 11 Persen

Pertumbuhan jumlah nasabah berjalan beriringan dengan kinerja keuangan yang tetap positif. Hingga Juni 2026, BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 22 persen menjadi Rp393 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang dana murah atau CASA yang mencapai Rp238 triliun, terdiri atas tabungan Rp173 triliun dan giro Rp65,5 triliun.

Peningkatan dana murah turut membuat struktur pendanaan menjadi lebih efisien. Cost of Fund (CoF) BSI turun menjadi 2,19 persen, sehingga memberikan ruang bagi perseroan untuk menjaga daya saing sekaligus profitabilitas.

Sementara itu, pembiayaan tumbuh di berbagai segmen. Pembiayaan wholesale tercatat Rp95 triliun, pembiayaan ritel dan UMKM Rp55,83 triliun, sedangkan pembiayaan konsumer mencapai Rp189,25 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut tetap diikuti dengan kualitas aset yang terjaga. NPF Gross berada pada level 1,80 persen, sedangkan NPF Net sebesar 0,33 persen.

Total aset BSI hingga Juni 2026 mencapai Rp464,5 triliun, meningkat 16 persen secara tahunan.

Transaksi Digital Jadi Mesin Bisnis Baru

Penguatan teknologi menjadi bagian penting dari strategi BSI memperbesar aktivitas nasabah. Aplikasi BYOND by BSI menjadi salah satu kanal utama transaksi digital perseroan.

Sepanjang 2026, aplikasi tersebut mencatat sekitar 1 miliar akses login. Layanan yang tersedia mencakup transaksi perbankan sehari-hari hingga pembiayaan, investasi, emas, serta layanan haji.

Perluasan ekosistem digital juga dilakukan melalui Hasanah KKI Card Digital. Produk tersebut memungkinkan nasabah memperoleh fasilitas pembiayaan secara digital melalui BYOND by BSI dengan limit mulai Rp4 juta hingga Rp100 juta.

Selain transaksi pembiayaan, BSI mengembangkan sejumlah layanan digital yang terhubung dengan ekosistem emas dan haji. Hingga Juni 2026, jumlah nasabah haji mencapai 7,69 juta, nasabah emas 1,22 juta, nasabah cicil emas 594,6 ribu, dan nasabah gadai emas 209,7 ribu.

BSI juga melayani lebih dari 585 ribu merchant QRIS.

Besarnya basis pengguna tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai kanal transaksi, tetapi mulai menjadi pintu masuk bagi pengembangan berbagai lini bisnis BSI.

Pendapatan Berbasis Fee Meningkat

Diversifikasi bisnis turut terlihat dari pertumbuhan pendapatan berbasis komisi atau Fee Based Income (FBI). Hingga Semester I 2026, FBI BSI meningkat 38,15 persen menjadi Rp4,1 triliun.

Kenaikan tersebut antara lain didorong perkembangan transaksi digital dan bisnis emas. Pertumbuhan pendapatan nonmargin menjadi penting bagi bank karena dapat memperluas sumber pendapatan di luar pembiayaan.

BSI juga memiliki posisi yang berbeda dibandingkan bank syariah konvensional karena mengembangkan layanan perbankan sekaligus bisnis emas atau bulion. Kombinasi tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk memperluas hubungan dengan nasabah melalui lebih banyak produk keuangan.

Basis Nasabah Jadi Modal Ekspansi

Pertumbuhan 24,3 juta nasabah menjadi salah satu modal penting bagi BSI untuk memperdalam penetrasi bisnis. Tantangannya bukan lagi semata meningkatkan jumlah pengguna, tetapi mengubah pertumbuhan basis nasabah menjadi peningkatan transaksi, penghimpunan dana, pembiayaan, dan penggunaan produk keuangan lainnya.

Anggoro mengatakan BSI akan mengarahkan pengembangan teknologi untuk meningkatkan nilai hubungan dengan nasabah.

“Fokus kami bukan hanya menambah jumlah nasabah, tetapi meningkatkan nilai yang dapat kami berikan kepada setiap nasabah melalui layanan digital yang semakin relevan, mudah, dan terintegrasi,” katanya.

Dengan laba Rp4,16 triliun, DPK Rp393 triliun, total aset Rp464,5 triliun, serta basis nasabah 24,3 juta hingga Juni 2026, BSI memasuki paruh kedua tahun ini dengan basis bisnis yang semakin besar.

Pertumbuhan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi digital di sektor perbankan syariah mulai bergerak dari sekadar pengembangan kanal layanan menuju strategi untuk memperluas sumber pendapatan dan memperdalam hubungan bank dengan nasabah.

Berita Terbaru

Bulog Bojonegoro Salurkan Bantuan Beras untuk 640 Ribu Penerima di Tiga Kabupaten

Bulog Bojonegoro Salurkan Bantuan Beras untuk 640 Ribu Penerima di Tiga Kabupaten

Jumat, 21 Agu 2026 19:12 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 19:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro mulai menyalurkan Program Bantuan Pangan (Banpang) tahap II untuk alokasi Juli, Agustus, dan…

Hadir sebagai Saksi Meringankan Thariq, ADS Ungkap Pengerjaan Sejumlah Bangunan Milik Maidi

Hadir sebagai Saksi Meringankan Thariq, ADS Ungkap Pengerjaan Sejumlah Bangunan Milik Maidi

Jumat, 21 Agu 2026 16:44 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 16:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Kesaksian salah satu staff Pemkot Madiun berinisial ADS yang dihadirkan untuk meringankan terdakwa Thariq Megah justru mengungkap f…

Penjualan Mobil Jatim Capai 25.228 Unit, GIIAS Surabaya 2026 Bidik Pasar Otomotif Jawa Timur

Penjualan Mobil Jatim Capai 25.228 Unit, GIIAS Surabaya 2026 Bidik Pasar Otomotif Jawa Timur

Jumat, 21 Agu 2026 15:28 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 15:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Jawa Timur kembali menjadi salah satu pasar penting industri otomotif nasional. Hingga April 2026, penjualan mobil di provinsi ini m…

Kerja Sama Dindik Jatim dengan HGI Disorot, Afiliasi Korporasi hingga Jejak Higgs Domino Jadi Pertanyaan

Kerja Sama Dindik Jatim dengan HGI Disorot, Afiliasi Korporasi hingga Jejak Higgs Domino Jadi Pertanyaan

Jumat, 21 Agu 2026 11:25 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 11:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kerja sama Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur dengan HGI Research Centre dan BOKE Technology di bidang pendidikan, kecerdasan buatan …

Walikota Mojokerto Ning Ita Raih Penghargaan Koperasi Awards 2026

Walikota Mojokerto Ning Ita Raih Penghargaan Koperasi Awards 2026

Jumat, 21 Agu 2026 09:02 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 09:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto -  Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dalam ajang Koperasi Award 2026 di …

Ketika Ho-Peng Ikut Campur, Singkirkan Fakta Hukum

Ketika Ho-Peng Ikut Campur, Singkirkan Fakta Hukum

Jumat, 21 Agu 2026 07:01 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 07:01 WIB

Oleh: Lansia 70 Tahun, yang Muak Lihat Hukum Diobral 1 .PEMBUKA: SIAPA ITU “HO- PENG”?* Dalam bahasa jalanan “hoping” itu calo. Calo tilang. Calo perkara. Calo…