SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam menekan angka pengangguran terbuka, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal memperluas akses penyerapan kepada tenaga kerja di kota setempat, dengan dengan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
"Sampai dengan Juli 2026 tercatat sebanyak 5.120 tenaga kerja telah ditempatkan. Kami terus membuka berbagai akses agar warga Surabaya memiliki kesempatan masuk ke dunia kerja sesuai kompetensinya," jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya Agus Hebby Djuniantoro, Minggu (30/08/2026).
Dan untuk saat ini penempatan tenaga kerja berasal dari sejumlah jalur, di antaranya rekrutmen reguler perusahaan sebanyak 2.952 orang, Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK dan perguruan tinggi sebanyak 1.615 orang, penempatan tenaga kerja luar negeri 166 orang, pelatihan dan sertifikasi 120 orang, lowongan kerja aktif melalui ASSIK 160 orang, serta job fair sebanyak 107 orang.
"Hingga Juli 2026, sebanyak 5.120 tenaga kerja baru telah ditempatkan melalui berbagai skema penempatan kerja," katanya.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang tercatat sebesar 4,84 persen dan tahun ini ditargetkan turun menjadi 4,47 persen. Dimana, upaya memperluas lapangan kerja juga dilakukan dengan memastikan pembangunan yang dibiayai APBD memberikan manfaat bagi masyarakat setempat seperti proyek konstruksi yang dikerjakan Pemkot Surabaya.
Selain melalui proyek pemerintah, kata dia, peluang kerja juga tumbuh dari aktivitas investasi yakni terdapat 368 perusahaan yang melakukan investasi di Kota Surabaya dengan total penyerapan sebanyak 32.718 pekerja. "Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persen atau lebih dari 16 ribu pekerja merupakan warga ber-KTP Surabaya," katanya. sb-03/dsy
Editor : Redaksi