Anggota DPR RI KH. An’im Falahuddin Mahrus memberikan sosialisasi pentingnya pemahaman Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 di Pondok Pesantren Al Islah Desa Dlopo Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Rabu (25/5/2018). (SP/CAN)

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Anggota DPR RI KH. An’im Falahuddin Mahrus memberikan sosialisasi pentingnya pemahaman Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Sosialisasi tersebut diberikan di depan ratusan santri dan warga NU bertempat di Pondok Pesantren Al Islah Desa Dlopo Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Rabu (25/5/2018).
Gus An’im panggilan akrab KH An’im Falahuddin Mahrus mengatakan, sosialisasi kebangsaan tersebut sangatlah penting untuk mencegah radikalisme.
"Sosialisasi empat pilar merupakan tugas MPR sekaligus anggota DPR. Mensosialisasikan empat pilar di tengah-tengah masyarakat, agar pemahaman masyarakat terhadap empat pilar ini betul-betul dihayati dan bisa dilaksanakan," kata Gus An’im yang juga pengasuh Ponpes Lirboyo, Kota Kediri.
Menurut anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI ini, empat pilar tadi lebih mudahnya disingkat PBNU. Singkatan tersebut memiliki arti yakni P merupakan Pancasila. B yakni dari kata Bhineka Tunggal Ika, N memiliki arti NKRI Harga Mati yang harus dipegang dan dijaga dengan baik. Sedangkan U diambil dari kata UUD 1945 yang menjadi pilar keempat yang harus dijaga baik dalam mengambil kebijaksanaan di DPR, MPR maupun lembaga lain.
"Jangan sampai ada amandemen-amandemen yang justru akan merugikan NKRI dan menguntungkan pihak asing," tandas Gus An’im saat di depan santri Ponpes Al Islah asuhan KH. Abdul Syukur.
Ia mengaku, saat ini sosialisasi empat pilar harus digalakan. Menurutnya, santri dan warga NU jangan sampai terpengaruh dengan kelompok tertentu yang ingin mendirikan negara islam di dalam Negara Indonesia.
"Pesan Kiai Mahrus (Pengasuh Ponpes Lirboyo-red) saya masih ingat dalam pidatonya, mendirikan negara yang sudah ada pemerintahannya hukumnya haram. Indonesia sudah ada pemerintahannya, kalau mendirikan negara lagi silahkan keluar dari Indonesia dan di suatu tempat yang belum ada pemerintah dan negarannya," tegasnya.
Dalam acara sosialisasi tersebut Anggota DPR RI KH An’im Falahuddin Mahrus juga meresmikan posko Relawan Cak Imin Untuk Indonesia (CINTA). Posko CINTA dibuat tim relawan Cak Imin untuk menyukseskan langkah Cak Imin sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Can