Unusa Gandeng Dinkes Jatim hingga UNICEF Turunkan Angka Remaja Putri Penderita Anemia

author Lailatul Nur Aini

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Unicef serta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) melalui talk show bertajuk Gizi Remaja. SP/ AINI
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Unicef serta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) melalui talk show bertajuk Gizi Remaja. SP/ AINI

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekitar 28 persen remaja putri yang ada di Jatim mengalami penyakit anemia atau kurang darah yang disebabkan oleh makanan.

Atas kepedulian tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Unicef serta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) melalui talk show bertajuk Gizi Remaja itu, mengajak remaja putri dari beberapa sekolah SMP-SMA di Surabaya untuk sadar dan peduli akan gizi makanan yang mereka konsumsi.

Pada kesempatan tersebut, turut dihadiri Rr. Weni Kusumaningrum merupakan ketua tim kerja kesehatan anak usia sekolah dan remaja Kemenkes RI, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim Waritsah Sukarjiyah, Eriana Asri yang merupakan Nutrition Internasional dan Nafas Triwidiawati yang merupakan Mitra Muda Unicef.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin mengatakan acara ini sebagai bentuk kepedulian kepada remaja putri di Jawa Timur yang alami penyakit anemia. Langkah yang dilakukan Unusa sendiri sudah cukup banyak dilakukan ke Sekolah maupun pesantren.

"Ini untuk menjaga kesehatan remaja putri kita agar bisa lebih peduli dengan kesehatan terlebih menjaga pola makan dan makan makanan sehat," kata Achmad, Selasa (7/5/2024).

Sementara itu, Weni mengatakan banyak remaja putri di Indonesia terlebih di Jawa Timur berpotensi mengalami penyakit kurang darah atau anemia. Hal ini disebabkan karena sirkulasi bulanan seperti Haid dan juga dipengaruhi makanan yang kurang bersih.

"Banyak remaja putri kita memilih makan yang tidak sehat atau tidak bergizi yang berdampak pada kesehatan mereka," ungkap Weni.

Weni menjelaskan banyak remaja putri yang memilih untuk tidak makan jika menu yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi sangat baik buat dirinya.

"Jadi banyak remaja putri memilih makan tidak sehat seperti mie pedas, cilok, seblak dan beberapa makanan lainnya," imbuhnya.

Dengan kondisi ini membuat pemerintah Indonesia mendorong anak muda terlebih remaja putri untuk konsumsi tablet penambah darah. "Ini untuk kebutuhan darah yang ada pada dalam tubuh remaja tersebut," jelasnya.

Meskipun begitu, Weni meminta remaja putri untuk menjaga atau memilih makanan yang bergizi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh dari remaja putri.

"Kalau tablet penambah darah itu hanya pendorong, tapi yang paling penting itu harus dari diri mereka sendiri untuk menjaga makanan mereka dan harus memilih yang lebih bergizi," terangnya.

Selaras dengan itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim Waritsah Sukarjiyah perlunya mengandeng berbagai sektor untuk menggandeng Unusa untuk membudayakan atau edukasi kepada remaja putri di Jatim untuk makan-makanan bergizi. Oleh karena itu, membuat Dinas Kesehatan Jawa Timur mengandeng Unusa.

"Terlebih kami menjalankan program dari Kemenkes dengan konsumsi tablet penambah darah untuk remaja putri," tutur Waritsah.

Dengan banyaknya edukasi ke masyarakat seperti ini, Waritsah jumlah remaja putri penderita anemia di Jatim bisa menurun. Serta nantinya, remaja putri tersebut itu tumbuh menjadi seorang ibu yang mampu melahirkan anak-anak yang tidak stunting.

"Sebenarnya permasalahan stunting di Indonesia masih berkaitan dengan keluhan ini, karena jika sang ibu sehat dan tidak anemia diharapkan melahirkan anak yang sehat pula," paparnya.

"Saat ini pun kami memiliki target bisa mengalami penurunan hingga 2 persen itu sudah cukup tapi kami masih terus mengedukasi masyarakat untuk konsumsi makanan sehat," pungkas Waritsah.  ain

Berita Terbaru

Bandar di Buenos Aires, Prediksi Inggris 1-2 Argentina

Bandar di Buenos Aires, Prediksi Inggris 1-2 Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:25 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laga di Atlanta, menghadirkan rivalitas panjang yang telah menghasilkan banyak momen bersejarah di panggung Piala Dunia. Tiket menuju partai…

Para Bookmaker Global Condong ke Argentina

Para Bookmaker Global Condong ke Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:22 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Meskipun Inggris sedikit diunggulkan untuk menang dalam waktu normal, peta kekuatan berbalik saat bicara opsi To Advance / To Qualify (tim…

FINAL PALING MENARIK, Skenario Final Spanyol Versus Argentina

FINAL PALING MENARIK, Skenario Final Spanyol Versus Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:20 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:20 WIB

SURABAYAPAGI.com - Salah satu skenario final impian Piala Dunia 2026 adalah Spanyol versus Argentina. Pertemuan kedua tim jika mampu melewati cadangan lawan…

Beberapa Bursa dan Analisis dari Eropa Sejak Awal Jagokan Inggris

Beberapa Bursa dan Analisis dari Eropa Sejak Awal Jagokan Inggris

Kamis, 16 Jul 2026 01:18 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:18 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berbagai lembaga keuangan dan model statistik, termasuk beberapa bursa dan analisis dari Eropa, sempat menjagokan Belanda dan Inggris…

SPANYOL VS....?? Pasar Taruhan Internasional Prediksi Final Piala Dunia 2026

SPANYOL VS....?? Pasar Taruhan Internasional Prediksi Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Jul 2026 01:14 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertandingan Inggris versus Argentina akan berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat (AS), Rabu (15/7) waktu lokal atau Kamis (16/7)…

Febrie Akan Diperiksa Tim Khusus dari KPK

Febrie Akan Diperiksa Tim Khusus dari KPK

Kamis, 16 Jul 2026 01:11 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:11 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kini telah dibentuk tim penyidik khusus dalam mengusut perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (…