Kapolda Jawa Timur Irjen Pol.Machfud Arifin memberikan keterangan di depan gedung Tribrata

SURABAYAPAGI.com, Surabaya Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Machfud Arifin meminta kepada keluarga pelaku terorisme agar segera mengambil jenasah yang ada rumah sakit Samsoeri Mertojoso Polda Jawa Timur untuk selanjutnya dimakamkan.
Kapolda Jatim Dia memberi batas maksimal tiga hari untuk menunggu keluarga datang menjemput 13 jenazah dari tiga kasus pengeboman itu.
"Saya mengimbau untuk disampaikan kepada siapa saja yang memiliki ikatan keluarga dengan saudara Anton, saudara Tri dan saudara Dita bahwa Bapak Ibu saudara-saudara sekalian bisa hadir ke Polda Jawa Timur, ke Rumah Sakit Bhayangkara," ujarnya,Kamis (16/5/2018).
Tak hanya itu, jendral bjntang dua ini juga mengatakan kehadiran keluarga sangat penting untuk diambil DNA-nya guna mengetahui kelanjutan identifikasi pelaku. Namun hingga hari ini, dia mengaku tidak ada satupun anggota keluarga yang mau menjenguk ataupun mengambil jenazah pelaku.
"Karena Polda Jawa Timur memerlukan sekali data sekunder yang akan kita cocokkan antara lain ya golongan darah maupun DNA," lanjutnya.
Kendati telah menemukan anggota keluarga dari Ais, anak dari bomber di Mapolrestabes Surabaya yang selamat.
Masih kata mantan Kapolda Kalimantan Selatan menceritakan jika telah menjemput Paman Ais, namun yang bersangkutan hanya mengonfirmasi jika dia adalah paman Ais, dan tidak memiliki hubungan dengan Orang tua Ais."Bagaimana kita mau ambil DNA-nya jika yang bersangkutan tidak bersedia dan tidak mengakui. Pamannya hanya mengakui Ais saja," tambahnya.
Jika hingga batas waktu yang telah ditentukan tidak ada keluarga yang mengambil jenazah bomber, Machfud mengatakan akan melakukan prosesi penguburan dengan melibatkan beberapa dinas yang terkait seperti Dinas Agama.
"Nanti akan dikoordinasikan dengan dinas terkait apakah mau dikuburkan atau bagaimana,"pungkasnya.nt