ZO sambal menggendong anaknya, sampaikan maaf. Foto : SP/LESTARI.

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Karena ketakutanya yang mendalam dengan beredarnya isu penculikan anak, seoang ibu ini harus di jemput oleh anggota Unit Rekrim Polres Blitar, karena mengunggah berita di akun Facebook nya dengan inisial ZO.

Disana wanita beranak satu ini mengunggah foto salah satu dari akun yang di perolehnya, bahwa salah satu pria di lingkari adalah pelaku penculikan anak.

Karena berita tersebut beredar di FB dengan kode ZO, petugas Polisi dari Polres Blitar melakukan penyelidikan atas unggahan tersebut, ternyata yang menunggah adalah ZO warga Dusun Samong Desa Sawentar Kec.Kanigoro Kab.Blitar.

Langsung petugas menjemput ZO di rumahnya pada Jumat malam (2/11) untuk di minta keterangannya, walau akun tersebut telah di hapus dalam kurun waktu 1 jam oleh ZO dari akun FB nya.

“Memang semalam kita menjemput ZO di rumahnya, untuk diminta keterangannya terkait postinganya di akun FB nya,“ kata Kapolres Blitar AKBP, Anisullah M.Ridho kepada wartawan pada sabtu kemarin (3/11).

Wanita berusia 32 tahun itu, pada unggahan akun di FB nya memasang beberapa foto salah satunya ada seorang pria yang di lingkari, itupun menurut ZO, dirinya mengambil dari akun dari unggahan FB grup lain.

Di akun FBnya, ZO menulis, "Waspada penculik anak wis sampe Blitar luur, wong sing di lingkari wis nglabeng (keliaran) di wilayah Sambong Kanigoro,” tulis ZO.

Dengan wajah sayu sambil menggendong anak nya yang berusia 22 bulan, ZO mengaku menyesal, karena postingannya menjadi viral, dan mengaku bahwa foto unggahannya juga berasal dari foto dari Grup FB lain.

ZO tidak banyak mengetahui, kalau adanya berita penculikan anak adalah hanya Hoax, apa lagi dirinya setiap harinya hanya seorang diri hanya bersama anak lelakinya yang baru berusia 22 bulan, karena suaminya belerja di Malang, pulangnya malam .

”Saya mendapat foto itu juga dari FB, dengan berita penculikan, lalu saya unggah, tidak mengetahui kalau itu Hoax, saya menyesal, karena sempat viral, saya memang jarang melihat TV tentang berita, hanya cerita semacam film anak-anak.” Terang wanita berjilbab itu kepada wartawan pada Sabtu (3/11) di Kantor Polres Blitar.

Sementara lanjut Kapolres Blitar AKBP Anissulah, hasil pemeriksaan terhadap ZO, warga Desa Sambong Desa Sawentar Kec.Kanigoro tersebut, diperiksa sejak Jumat malam di dampingi Suaminya serta kepala Desa Sawentar.

Menurut mantan Kapolres Semunep ini, bahwa ZO betul-betul minta maaf, selain itu dirinya mengakui ke tidak tahuannya, masalah berita bohong mengenai penculikan anak, sehingga dirinya mengunggah akun di FB biar di baca oleh rekan rekan lainya.

Apa lagi dirinya setiap hari hanya seorang diri di rumah karena di tinggal suaminya kerja.

Setelah menjalani pemriksaan ZO akhirnya di lepas karena benar-benar tidak ada niatan untuk membuat resah, dan ZO mengaku salah dan meminta maaf kepada seluruh pembaca akunnya, yang diperkirakan sudah terbaca sekitar ratusan pembaca akun FB nya.

Selain meminta maaf, ZO juga membuat surat pernyataan bermatrei untuk meminta maaf yang disaksikan oleh Kepala Desa Sawentar Suyono.

”Jadi atas dasar kemanusiaan kita cukupkan penganannya sampai sini, selain itu tidak menimbulkan dampak. Atas postinganya, juga ZO menyatakan minta maaf di atas surat bermatrei, karena ketidak tahuannya atas unggahan di akun FB nya.” Terang AKBP Anissullah kepada wartawan.

Dengan mengusap peluh di dahirnya ZO meminta minta maaf, kepada warga masyarakat, karena betul-betul dirinya tidak mengetahui kalau unggahannya menjadi perhatian Polisi.

“Saya benar-benar minta maaf, karena ke tidak tahuan saya, saya sangat sangat menyesali yang saya buat, kepada bapak-bapak yang berwenang saya tidak akan mengulangi .” tutur ZO. les