Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat mengecek gudang logistik BPBD Kabupaten Mojokerto. Foto SMG/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rabu (2/1/2018). Petinggi Pemkab ini mengecek secara langsung kesiapan logistik dan perlengkapan untuk penanganan bencana di Kabupaten Mojokerto.

Dari pantauan Surabaya Pagi, Wabup tiba di kantor BPBD Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya Jabon, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto sekitar pukul 13.00 WIB.

Wabup langsung meninjau ruang Pusat Pengendalian Oprasi-Penaggulangan Bencana (Pusdalops-PB) bantuan dari Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB).

Di ruang berukuran 5 x 6 meter ini, Wabup Pungkasiadi mengecek satu persatu perlengkapan senilai total Rp. 1,4 miliar yang ada di ruang tersebut. Diantaranya, set mebeler, set radio SSB, komputer, mondopad, LED monitor.

Sesekali tanpa ragu, Wabup meminta penjelasan terkait cara penggunaan dan manfaat alat-alat tersebut. "Ini merupakan upaya dari kita untuk melakukan percepatan aksi penanggulangan bencana untuk menghindari atau mengurangi dampak bencana. Artinya sebelum terjadi bencana kita harus sudah siaga,” pesannya kepada Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini.

Usai menilik ruang Pusdalops, Wabup lalu mengecek gudang logistik yang letaknya bersebelahan dengan kantor BPBD. Di gudang berukuran 31 x 11 meter ini, Wabup tertarik untuk melihat water treatment atau alat penjernihan air bantuan dari BNPB. Selain itu Wabup juga melihat dua mobil pemadam kebakaran yang baru dibeli dari anggran PAK APBD 2018 senilai total Tp. 3,4 milyar.

Usai melakukan sidak, kepada wartawan, Wabup mengatakan tujuan dilakukannya sidak ini untuk mengecek kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto dalam menghadapi bencana.

"Kita tidak berharap bencana terjadi di Kabupaten Mojokerto, tapi kita harus siap siaga jika bencana itu terjadi. Karena tak bisa dipungkiri jika Kabupaten Mojokerto masuk dalam wilayah yang rawan bencana alam," ujar Wabup.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengaku tahun 2018 kemarin Pemkab Mojokerto sudah tertimpa sejumlah bencana, diantaranya bencana banjir sebanyak 6 kali, bencana puting beliung dan bencana tanah longsor.

Ia mengatakan Pemkab Mojokerto sudah melaksanakan penanggulangan bencana sesuai arahan Undang-undang nomor 24 tahun 2017. "Untuk tahapan pra bencana, kita sudah membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), forum ini nantinya bisa menampung aspirasi dari semua pihak untuk memberikan saran dalam pengurangan resiko bencana untuk dasar dilaksanakannya kegiatan oleh pemerintah," jelasnya.

Zaini juga menambahkan, untuk fase tanggap kejadian, BPBD juga telah merekrut 15 orang TRC yang ahli renang dan evakuasi korban bencana.

"Selain itu kita juga sudah teken MoU dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Stikes, Rumah Sakit Swasta dan BMKG. Mereka akan siap berada di lokasi kejadian bencana saat dibutuhkan," pungkasnya. dw