Alat Deteksi Covid-19 Datang, Siap Disebar ke 11 Provinsi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jumlah pasien positif corona masih saja bertambah. Hal itu membuktikan masih adanya warga yang positif terjangkit covid-19 namun belum menyadarinya. Oleh karena itu, pemeriksaan dini perlu dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus corona. Berikut laporan kontributor Surabaya Pagi Jaka Sutrisna di Jakarta, Salah satu cara mengetahui seseorang terjangkit virus corona (covid-19) adalah dengan menggunakan alat tes kesehatan. Maka dari itu, pemerintah Indonesia telah mendatangkan 20 alat tes kesehatan dari Swiss. "Kita berhasil bernegosiasi untuk beli alat. (Ini) bisa dijadikan alat uji tes apakah seseorang positif (covid-19) atau tidak. Kemarin, Sabtu (4 April 2020), sudah datang ke Indonesia," kata staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga melalui video conference di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 8 April 2020. Arya menjelaskan alat tersebut berupa ekstraktor otomatis RNA (molekul) sebanyak dua buah dan detektorpolymerase chain reaction (PCR) sebanyak 18 buah. Ekstraktor otomatis RNA diklaim mampu mengetes 1.000 spesimen per hari dan detektor PCR sebanyak 500 tes per hari. "Kalau sudah terinstal semua, alat ini mampu mengetes 9.000 sampai 10.000 spesimen tiap hari," ujar Arya. Bila target pemeriksaan bisa dimaksimalkan, Arya meyakini dalam satu bulan sebanyak 300 ribu orang bisa dites. Sehingga, deteksi awal seseorang terjangkit covid-19 bisa lebih cepat dengan kapasitas pemeriksaan yang besar. Arya menambahkan, beruntung pemerintah berhasil mendapatkan alat tes kesehatan asal negara Swiss itu. Pasalnya, alat deteksi asal Swiss tersebut sulit didapatkan. Ia menyebut Menteri BUMN Erick Thohir meminta jajarannya melobi Roche Holding AG, perusahaan farmasi asal Swiss, untuk memboyong alat-alat tersebut ke Indonesia. Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain yang juga dilanda korona. Arya menjelaskan, dibandingkan denganrapid test, kedua jenis alat asal Swiss itu diklaim mempercepat deteksi virus korona. Laporan penyebaran virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, ini pun bisa semakin dimaksimalkan. "Alat PCR itu memang alat yang memang dipakai oleh semua lembaga di dunia untuk menetapkan apakah orang tersebut terkena positif atau tidak," ujar Arya. Indonesia akhirnya mendapatkan dua ekstraktor otomatis RNA (molekul) dan 18 detektor PCR. Semua alat tersebut akan didistribusikan ke sejumlah provinsi. "Akan disebar ke beberapa provinsi seperti di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua," ujarnya. Alat mulai bisa difungsikan di Ibu Kota dalam dua pekan mendatang. Pemerintah juga mengupayakan pengiriman cepat alat tersebut ke laboratorium masing-masing provinsi. Alat bisa segera diinstal bila rumah sakit memiliki tempat yang telah memenuhi kriteria. "Diharapkan kalau rumah sakit tersebut sudah punya tempat namanya negatifpressure, maka alat tersebut sudah bisa dipergunakan dan banyak item lain yang memang disesuaikan dengan kriteria sebuah laboratorium," ucap Arya.
Tag :

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…