•   Senin, 18 November 2019
Pilpres 2019

Amien Rais, Mentor dan Donald J Trump Inspirator Prabowo

( words)
Catatan Politik oleh Dr. H. Tatang Istiawan (Wartawan Senior)


Surat Terbuka untuk Capres Jokowi-Prabowo, Peserta Pilpres 2019 (81)

Yth Pak Jokowi -Pak Prabowo,
Anda merasakan atau tidak, berkecimpung di dunia politik sekarang ini tidak mudah dan tidak susah.
Hasil pergaulan saya dengan sejumlah elit politik lokal dan nasional, ritme perpolitikan di dalamnya selalu berbeda. Terutama saat pasca Pilkada DKI Jakarta 2017 dan pilpres 2019 sekarang.
Perbedaan ini tidak jarang membuat orang terdidik yang rasional berpikir seribu kali terjun politik praktis.
Seperti pengalaman Anda Capres Prabowo dan Anda Capres Jokowi serta Amien Rais.
Anda Capres Jokowi, bisa dijadikan contoh, jadi presiden tak harus menduduki jabatan struktural di parpol. Apalagi menjadi Ketua Umum Parpol. Sejarah mencatat, Ketua Umum parpol yang bisa terpilih sebagai presiden hanya ada dua yaitu SBY, Ketua Umum Partai Demokrat dan Ketua umum PDIP, Megawati. Tapi yang benar- benar dipilih rakyat hanya SBY. Sementara Megawati, karena manuver Amien Rais, yang saat itu Ketua MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). Amien lebih dulu melengserkan presiden Abdurahman Wahid.
Anda Jokowi, bahkan terpilih menjadi presiden berstatus petugas partai. Sementara Anda Capres Prabowo, telah empat kali mengikuti pilpres secara langsung, tapi belum merasakan suka dukanya menjadi presiden maupun wakil presiden.


Yth Pak Jokowi -Pak Prabowo,
Sampai sekarang, saya menilai Anda Capes Prabowo, politisi yang tak pernah menyerah (never give up).
Salah satu indikasinya, meski tahun 2014 kalah menghadapi Anda Capres Jokowi, tahun 2019 ini berani maju menjadi pelawan. Keberanian Anda juga ditunjukan menerima dengan tangan terbuka, tokoh Muhammadiyah, Amien Rais. Padahal, saat Orde Baru, Anda mengaku ditugaskan mengejar Amien Rais, yang saat Soeharto, mantan mertua Anda, masih berkuasa, dikritik oleh pendiri PAN.
"Yang kami hormati, guru kita bapak reformasi Prof Dr H Amien Rais. Saya sebut guru saya, tapi dulu saya pernah diperintah mengejar-ngejar beliau," katanya disambut tawa hadirin di Hotel Sunan, Kamis (22/11/2018).
Anda Capres Prabowo mengakui saat mendapat tugas memburu Amien Rais, dirinya masih aktif di TNI. Anda saat itu tidak sampai hati menggarap Amien Rais. Akhirnya, sekarang Anda Capres Prabowo, malah menganggap besan Ketua MPR. Zulkifli Hasan, ini sebagai mentor.
Mentoring tentang apa? Akal sehat saya mengatakan Anda Capres Prabowo, ingin menggali pengalaman dan pengetahuan dari Amien Rais, yang pernah dijuluki salah satu tokoh reformasi Indonesia tahun 1998. Tentu menggali pengalaman Amien Rais urusan politik. Termasuk menggali keberanian menjadi politisi kritis terhadap penguasa, seperti yang selama ini dilakukan Amien Rais.
Maklum, Amien sebagai mentor Anda adalah elite politik yang memang sudah berpengalaman bermain pilitik sehingga bisa menuntun, memberikan tips dan saran kepada Anda. Luar biasa keterbukaan Anda Capres Prabowo.


Yth Pak Jokowi -Pak Prabowo,
Alhamdulillah, saya salah satu jurnalis Indonesia yang berkesempatan membaca buku Donald J Trump yang berjudul
“Trump – Jangan Pernah Menyerah! Cara Aku Mengubah Rintangan Terbesarku Menjadi Kesuksesan.”
Ini buku bukan soal jurnalistik, tapi buku ini menulis tentang motivasi seorang pebisnis yang akhirnya menjadi presiden.
Dalam buku ini, Donald Trump menulis bersama Meredith Mclver.
Trump mengatakan, setiap orang butuh ‘dorongan’ yang berbeda-beda untuk menjalani kehidupannya.
Ternyata, Donald J Trump, baru meraih kesuksesan pada usia 62 tahun. Sebelumnya usahanya jatuh bangun.
Menurut majalah Forbes, pada tahun 2009, Trump menjadi orang terkaya di Amerika urutan ke 134 dari 400 orang. Tahun itu total kekayaan 3.0 Miliar dollar AS.
Ia bisa sukses dalam mengatuh perjuangan hidupnya, Trump memberi tips:
“Simaklah orang lain, tetapi jangan membantah insting Anda” (hal. 11).
Dan di catatan akhirnya, Trump, tetap menyarankan kita harus yakin dulu apa yang kita putuskan. Tentu dengan keyakinan yang memiliki perhitungan matang.
Dalam catatannya, Trump, menyarankan ‘Buatlah Dalam Kehidupan Anda yaitu lebih banyak untuk menggunakan insting Anda. Tidak masalah bisnis apa yang Anda geluti, pasti memerlukan insting dalam mengambil keputusan.”
Bahkan Trump memberi sugesti diri bahwa semua manusia perlu memiliki semangat untuk bangkit dari keterpurukan.
Dan menggunakan semangat bisnis agar menjadi lebih besar lagi. Maklum dalam membangun usaha, seorang entreprenuer pasti mengalami bisnis yang naik turun. Termasuk melakukan kesalahan.
Ada pesan dari Donald J Trump, yang terkenal yaitu hidup jangan gampang menyerah- never give up.
Akhirnya, kini Trump, dari pebisnis real estate menjadi presiden AS pada usia ke 72 tahun.
Saya mengutip motivasi Donald J Trump, dalam urusan Anda Capres Prabowo, karena ada sejumlah elite dan pengamat politik yang mengatakan Anda meniru jurusnya Donald Trump, saat pemilu Amerika 2016 lalu. Artinya retorika yang dimainkan Donald J Trump, mirip sekali dengan Prabowo sekarang.
Antara lain lontarab Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Disamping, pernyataan Anda bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan.
Dalam konstetansi seperti pilpres 2019 ini, istilan menyebar pesimisme dan ketakutan masyarakat, itu datang dari Anda Capres Prabowo atau dari Anda Capres Jokowi?. Bila penyebaran pesimisme ini benar, apakah ada yang salah?. Mengapa ini tidak dikaji sebagai straregi marketing politik? Apalagi mentor Anda Capres Prabowo adalah Amien Rais.
Akal sehat saya membuka wawasan bahwa menghadapi kompetitor, seorang pebisnis melihat potensi pasar yang ada. Nah, bisa jadi Anda Capres Prabowo tahu Anda Capres Jokowi yang kompeten membeberkan berbagai hasil kerja. Tak salah Anda Prabowo menentukan strategi dengan menyusun beberapa strategi demi mempengaruhi 196 juta warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Ingat strategi untuk bersaing untuk menang, bisa saja Capres Prabowo, mengeluarkan jurus-jurus yang belum ada dalam bisnis Anda Jokowi, sebagau kompetitor Prabowo.
Pendeknya, dengan menciptakan produk yang unik dan belum ada dipasaran, maka produk (isu) yang dilemparkan Anda Capres Prabowo, bisa memiliki nilai lebih di mata pemilih. Maklum Amien adalah mentor dan presiden AS, Donald j Trump bisa jadi inspirator Anda Capres Prabowo. (tatangistiawan@gmail.com, bersambung)

Berita Populer