Protokol Kesehatan di SMPN1 Beji

Fasilitasi Belajar Siswa yang Tak Punya HP

Yayuk Sudarwati S.Pd.SP/Hik

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Beji Kabupaten Pasuruan menerapkan sistem pembelajaran daring (online) kepada siswa dan guru.

Kepala Sekolah SMPN 1 Beji, Yayuk Sudarwati S.Pd mengatakan, penerapan sistem belajar daring itu merupakan rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia yang harus dilaksanakan oleh seluruh sekolah.

Menurutnya, dengan adanya virus corona, maka pemberlakukan pembelajaran sistem Daring menggunakan dua metode dan itu disesuaikan dengan permintaan orang tua wali murid.

Jika siswa memiliki HP android maka pembelajaran menggunakan sistem daring, sementara yang tidak memiliki HP dilakukan tatap muka luar jaringan (Luring) dengan guru-guru yang bersangkutan.

"Online tetap ada dengan zoom, google meet, video singkat dan PPT yang dievaluasi Kepala Sekolah tiap minggu melalui pertemuan wali kelas dan pembagian metode pemberian tugas sehingga lalu lintas pelayanan belajar terarah,” terang Yayuk, kemarin.

Ia menambahkan, identifikasi yang tidak punya HP, dilayani di sekolah dengan penerapan protokol kesehatan, sesuai arahan dari koramil sebagai pelaksana gugus tugas di kecamatan Beji. “Dengan begini walau peserta didik tidak ada Android, kegiatan pembelajaran kita tetap jalan. Kalau yang sudah punya Android tetap menggunakan sistem daring,” ungkap Yayuk Sudarwati S.Pd.

Upaya yang dilakukan pihak sekolah SMPN 1 mengantisipasi penyebarat covid di lingkungan sekolah, dengan membeli alat semprot, membuat 4 wastafel dekat pintu masuk, memberi masker, selain itu pihak sekolah juga melakukan langkah Penerapan SOP, semua yang masuk sekolah wajib semprot probiotik, cuci tangan, minum sari buah dengan gelas bawa sendiri, masuk perkelas jaga jarak aman.

Sementara sejumlah orang tua datang dengan menggunakan masker. Selain itu murid diperiksa suhu tubuhnya saat datang ke sekolah sesuai dengan protokol yang diterapkan pemerintah, Pengambilan buku pelajaran dilakukan di perpustakaan sekolah.

“Semoga Covid-19 segera berakhir, supaya kegiatan belajar dan mengajar lebih efektif kedepannya," harapnya. hik