•   Minggu, 8 Desember 2019
Korban Ketidak Adilan

Kesepakatan Damai "Dugaan Video Mesum" Unitomo

( words)
dari kiri mahasiswa ( Elle dan Mukti ), Rektor Unitomo, dan Wakil Rektor IV saat mengklarifikasi dugaan video mesum.


SURABAYAPAGI.COM - Surabaya : Terkait dugaan video mesum dua mahasiswa Universitas Dr Soetomo ( UNITOMO ) A. Mukti dan Elle N.A yang menjadi pemicu aksi demo dengan membawa keranda mayat bertuliskan " Matinya rasa malu" dikalangan mahasiswa Unitomo Surabaya pekan lalu merupakan kesalah pahaman antara pimpinan Universitas dan Mahasiswa.

Amiq menjelaskan "Hari ini kami akan mengklarifikasi isu dugaan video tersebut. Kami percaya bahwa kedua mahasiswa tersebut tidak melakukan tindakan asusila. Kejadian pada saat itu mahasiswa hanya lalai dan tertidur karena terlalu lelah dalam mempersiapkan kegiatan PPMB. Hal ini diperkuat dengan para saksi ( Rektor 2,3,4 ) yang saat itu juga memergoki mereka sedang tidur dan masih berpakaian lengkap di ruangan tersebut. Rekaman dugaan video mesum itu sebenarnya khusus dikonsumsi oleh Rektorat saja untuk mengambil langkah - langkah guna penertiban, kenyamanan dan keamanan lingkungan kampus" saat mengklarifikasi dugaan video mesum pada Senin ( 09/09/2019) di Kampus Unitomo Surabaya.

"Harapan saya dengan kejadian ini, kita semua harus lebih bijak terutama dalam menggunakan sosial media, baik pihak pimpinan kampus dan mahasiswa yang bermasalah sudah saling berdamai dan memaafkan baik secara institusi maupun secara pribadi dengan membuat surat kesepakatan damai diantara mereka," imbuh Amiq.

Untuk mengatasi masalah tersebut tidak terulang kembali, Pimpinan kampus akan melakukan sosialisasi terhadap UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa ) jika ada tindakan- tindakan yang berpotensi menimbulkan masalah seperti tindak kriminal, miras, dan tindakan asusila yang memicu konflik dikemudian hari.

Pihak kampus juga membatasi aktivitas pada malam hari maksimal sampai jam 22.00 WIB serta pengadaan CCTV guna memantau kegiatan para mahasiswa selama berada dikampus.

Kejadian kali ini juga merupakan pembelajaran bagi pihak kampus untuk lebih bisa berkomitmen, mengedepankan komunikasi, bersosialisasi antara mahasiswa dan para pemimpin kampus.

Tidak hanya itu, perbaikan ruangan yang memicu unsur negatif juga akan dilakukan pembenahan infrastruktur ruangan agar lebih aman dan nyaman untuk mahasiswa. noe

Berita Populer