Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono Setujui 12 Tuntutan Buruh: Kesejahteraan Nomor Satu

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Rabu, 01 Mei 2024 19:13 WIB

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono Setujui 12 Tuntutan Buruh: Kesejahteraan Nomor Satu

SURABAYAPAGI, Surabaya - Ribuan massa buruh dari berbagai aliansi/serikat se Jawa Timur memeriahkan Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2024 di kantor Gubernur, di Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu, (1/5/2024).

Menemui ribuan massa tersebut, Adhy Karyono, Pj Gubernur Jatim, menyampaikan siap memenuhi janji dengan mengakomodir 12 tuntutan buruh sebagai bentuk komitmen Pemprov Jatim.

Baca Juga: Pansus LKPJ Gubernur Tuntas, Begini Masukan dan Saran Fraksi-Fraksi

Adhy menegaskan kesejahteraan buruh sebagai prioritas utama. Dukungan penuh dari aparat kepolisian, TNI, dan BPJS menandai keseriusan Pemprov dalam menindaklanjuti tuntutan tersebut.

"Kita ucapkan May Day, kita hormati. Ininya kami bergembira bisa menerima seluruh gerakan aliansi pekerja di Jawa Timur yang tergabung gesper ada 23 organisasi. Pimpinan meminta usulan masukan terhadap 12 poin dari 12 sebetulnya ada yang sudah berkali-kali diusulkan yakni omnibus law diperbaiki dan direvisi dan kesejahteraan," ujar Adhy, kepada awak media, di kantor Gubernur, Surabaya.

Ia menyebut bahwa pada prinsipnya 12 poin yang disampaikan sejalan dengan keinginan dari Pemprov Jatim.

"Hampir senafas dengan keinginan pemerintah namun yang membuat kebijakan kewenangan (pemerintah) pusat sehingga tugas kami hanya mendukung, menerima masukan dan akan menyampaikan kepada pemerintah pusat termasuk fasilitas audiensi pemerintah pusat apakah presiden, menteri ekonomi, polhukam. Kami sudah lakukan dan seperti biasa kami fasilitasi," terangnya.

Selain itu, pihak serikat buruh juga merasa keberatan dengan kenaikan nilai cukai rokok atau tembakau yang mengalami kenaikan sehingga dapat memberatkan perusahaan.

"Meraka juga meminta untuk tidak menaikkan nilai cukai berdampak pada perusahaan untuk bisa produksi dan ada potensi mengurangi tenaga. Tetapi yg kami setujui bagaimana kesejahteraan, dari bagi hasil cukai itu," ucap Adhy.

Adhy juga menambahkan bahwa pihaknya sepakat bagi hasil cukai, jika mendapatkan lebih besar maka kesejahteraan buruh tercover untuk BPJS kesehatan, bansos serta pemberdayaan kebutuhan pelatihan dan keterampilan

Baca Juga: Pemprov Jatim Melalui Dishut Jatim Siap Dukung FOLU Net Sink 2030

Serta untuk tuntutan seperti jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, kuota PPDB untuk anak buruh, hingga evaluasi kinerja pegawai dinas tenaga kerja akan segera diambil langkahnya.

"Layanan kesehatan juga akan kami diawasi baik dengan jamkesmas dan juga tuntutan evaluasi pada instansi ketenagakerjaan untuk pengawasan kasus ketenagakerjaan.

Tak hanya itu saja, Adhy juga membawa kabar gembira bagi para buruh terkait salah satu Pahlawan mereka yakni, patung Marsinah terletak di Kabupaten Nganjuk, yang telah sebelumnya kurang terawat itu, pihak Pemprov Jatim menganggapi usulan Pemkab Nganjuk untuk membangun taman dan menjadikannya sebagai monumen di kawasan tersebut.

"Patung Marsinah yang ada di Nganjuk patung itu ada tapi tak terawat, kami menanggapi pemerintah Kabupaten Ngajuk membangun kawasan tersebut sebagai monumen yang bagus. Sehingga tempat itu bisa mengingatkan kita bahwa perjuangan buruh oleh marsinah perlu menjadi evaluasi kita untuk kesejahteraan," pungkasnya.

Baca Juga: Warisan Dokumenter P3GI Masuk MOWCAP UNESCO, Pj Gubernur Adhy: Dedikasi Untuk Indonesia

Sekedar informasi, bahwa aksi buruh di depan kantor Gubernur kali ini diikuti dari berbagai aliansi /serikat buruh berbagai wilayah di Jawa Timur. Diantarnya dari Ring 1 Jawa Timur (Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Mojokerto).

Selain dari daerah Ring 1 tersebut beberapa serikat pekerja/serikat buruh di Kabupaten/Kota juga turut mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti kegiatan aksi demonstrasi di Kota Pahlawan, diantaranya dari Lamongan, Tuban, Jombang, Malang, Probolinggo, Jember, Lumajang, dan Banyuwangi.

Sedangkan aliansi atau serikat buruh yang turut meramaikan aksi tersebut antara lain Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, GERAK (Gerakan Rakyat) Jawa Timur, serta aliansi/gabungan serikat pekerja/serikat buruh yang tergabung dalam GASPER (Gerakan Serikat Pekerja) Jawa Timur.Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU