Kronologi Kasus Lagu Jogja Istimewa

SURABAYAPAGI.com - Pencipta lagu Jogja Istimewa, Marzuki Mohamad atau Kill The DJ, melaporkan perubahan lirik lagunya kepentingan kampanye. Kasus ini bermula dari beredarnya video yang menunjukkan sekumpulan ibu-ibu pendukung capres Prabowo-Sandi.
Kill The DJ melaporkan dugaan pelanggaran hak cipta dan UU ITE lantaran karyanya diubah tanpa izin dan digunakan untuk mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02. Kepada polisi, dirinya mengetahui lagunya sudah digubah ketika membuka media sosial. Video yang sempat viral di media sosial tersebut telah dihapus oleh pengunggahnya.
Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi DIY, Dharma Setiawan menjelaskan, lagu tersebut dinyanyikan secara spontan oleh ibu-ibu Jogja untuk lomba yel-yel di acara pertemuan relawan Prabowo-Sandi.
"Sebetulnya itu kan pertemuan dari beberapa relawan perempuan di Yogya. Saya lupa tanggalnya, tetapi Bulan Desember kemarin," kata Dharma Selasa (15/1/2019).
Lagu Jogja Istimewa dibawakan oleh Marzuki bersama grup musik Jogja Hiphop Foundation. Lagu ini populer saat Erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. km