•   Jumat, 28 Februari 2020
Otonomi Daerah

Mahasiswa Demo, Tuntut DPRD Tolak Impor Garam

( words)
Sekumpulan mahasiswa yang berdemo


SURABYAPABI.com ,. Sumenep – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Petambak Garam berunjuk rasa ke Kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (19/7/2019). Mereka menuntut agar wakil rakyat ikut menolak impor garam.

Selain berorasi secara bergantian, mereka juga menabur garam di pintu masuk kantor legislatif sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah dalam impor garam yang selama ini merugikan petani garam lokal.

"DPRD Sumenep harus tegas menolak impor garam, karena jelas-jelas merugikan petambak garam. Harga garam rakyat menjadi anjlok,",” teriak Korlap Aksi, Edi Susanto dalam orasinya.

Pengunjuk rasa juga meminta wakil rakyat yang berada di Gedung DPRD Sumenep mengintervensi kebijakan pemerintah pusat. Sebab, kebijakan impor garam itu mengakibatkan harga garam rakyat rendah, bahkan sekarang hanya Rp 450 ribu per ton.

“Kami minta dewan menyampaikan aspirasi kami ini ke pemerintah pusat, agar harga garam kembali stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma di depan pengunjuk rasa mengaku siap menyampaikan aspirasi petambak garam ke pemerintah pusat. Bahkan, dalam waktu dekat DPRD Sumenep akan melayangkan surat ke Kementerian Perdagangan terkait tuntutan pendemo.

"Intinya kami siap mengawal aspirasi adik-adik mahasiswa ini untuk menolak impor garam. Karena kami sepakat, pemerintah tidak perlu melakukan impor garam," katanya. (haz)

Berita Populer