•   Minggu, 19 Januari 2020
Pendidikan

Pasca Ambruk, Siswa SDN Dukuhklopo Jombang Belajar di Perpustakaan dan Musala

( words)
Siswa-Siswi SDN Dukuhklopo Kecamatan Peterongan saat belajar di ruang perpustakaan. (SP/M. Yusuf)


SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Pasca ruang kelas ambruk, puluhan siswa SDN Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melaksanakan belajar tanpa menggunakan kursi.


Image

Siswa belajar lesehan lantaran sekolahan kekurangan kelas. Ada tiga kelas yang sementara belajar lesehan, yakni siswa kelas 5, kelas 1 dan kelas 2 .

Untuk siswa kelas 5 yang berjumlah 31 orang menempati musala, sedangkan siswa kelas 1 dan 2, menempati ruang perpusatakaan.

Kepala SDN Dukuhklopo, Trimiyati mengatakan, pasca ruang kelas 1 ambruk pada Minggu, (10/11) pagi kemarin, kini ruang kelas 5 di sebelahnya juga ikut di kosongkan.

"Pengosongan kelas itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Memang ruang yang ambruk sudah dua tahun tidak digunakan," katanya, Selasa (12/11/2019).


Image

Trimiyati menjelaskan, ruangan itu sebelumnya merupakan ruang kelas 1, yang kini terpaksa memakai perpustakaan dan ditempati bergantian dengan kelas 2.

“Ruangan sebelah utara itu kan berderet, mulai kelas 1, 5 dan ruang guru. Kini kelas 5 kita kosongkan untuk menghindari bahaya, karena kondisinya juga sudah lapuk,” jelasnya.

Trimiarti memaparkan, meski sudah dua tahun dikosongkan, namun beberapa kelas terpaksa masuk bergantian pagi dan siang. Ambruknya atap kelas 1 tersebut karena kayu penyangga yang sudah keropos, bukan diambrukkan.

"Kelas yang dibangun sejak 1986 itu belum pernah direnovasi meski beberapa kali dilakukan pengajuan. Asli ambruk sendiri. Oktober kemarin saya sudah mengajukan. Yang saya tahu, kepala sekolah tiap tahun mengajukan," paparnya.

Sementara, Kepala Disdikbud Jombang, Agus Purnomo menandaskan berbeda, bahwa bangunan kelas 1 tersebut sengaja dirobohkan karena sudah lama tidak dipergunakan.

"Bukan ambruk, diambrukan. Saya membuat surat untuk menyikapi persiapan musim hujan. Bukan hanya bangunan tapi juga pohon, yang sekiranya membahayakan harus dipotong," tandasnya, saat kunjungi SDN Dukuhklopo kemarin.

Menurut Agus, tidak ada siswa yang belajar di luar kelas. Ruang kelas berkaitan dengan rombongan belajar (Rombel) sudah mencukupi. "Kalau ruangan berkaitan dengan rombel sudah cukup, siapa bilang tidak cukup. Itu cukup," ujarnya.

Agus menegaskan, untuk pembangunan SDN Dukuhklopo ini tidak bisa dilakukan pada tahun anggaran 2020. "Kalau tahun depan jelas tidak bisa. APBD tahun depan sudah closing," pungkasnya.(suf)

Berita Populer