•   Senin, 18 November 2019
Perbankan

Saham Perbankan, Incaran Laporan Keuangan

( words)
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia.


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sejumlah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyampaikan laporan keuangan semester I 2019. Beberapa emiten berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih.

Tapi, ada juga lainnya yang justru membukukan kerugian. Analis Paramitra Alfa Sekuritas Evan Fajrin mengatakan kinerja perusahaan pada semester I 2019 sudah sesuai dengan prediksi pasar.

Di tengah perlambatan ekonomi global yang menekan laju ekonomi domestik, ia menyebut emiten harus berupaya ekstra menghasilkan laba. Maka, tak heran jika sejumlah emiten mencatat perlambatan pertumbuhan laba. "Pasar merespon netral terhadap laporan keuangan emiten, (investor) lebih fokus kepada sentimen luar negeri," katanya.

Dari sejumlah laporan keuangan, ia menyoroti kinerja PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Perseroan berhasil mengantongi pertumbuhan laba sebesar 11,34 persen dari Rp 426 miliar menjadi Rp 474,33 miliar.

Kenaikan laba ditopang dari pertumbuhan penjualan sebesar 17,15 persen dari Rp 3,38 triliun menjadi Rp 3,96 triliun. Dengan demikian, baik laba maupun penjualan berhasil tumbuh dua digit.

Pertumbuhan penjualan, lanjutnya, dipicu operasional 33 gerai baru sepanjang 2018. "Jika secara laporan keuangan Ace Hardware menjadi pilihan menarik," ujarnya.

Kinerja keuangan perseroan yang cukup baik, membuat sahamnya pun menarik. Saham Ace Hardware ditutup pada Rp 1.715 per saham, turun 2,28 persen pada perdagangan, Senin (5/8). Meski turun, namun sejak awal tahun sahamnya berhasil naik 13,57 persen.

Secara teknikal, saham Ace Hardware menunjukkan tren kenaikan lantaran telah masuk jenuh jual (over sold). Sahamnya juga terbilang masih murah (under value). Dengan kondisi tersebut, ia merekomendasikan investor mengoleksi saham Ace Hardware.

"Diprediksi saham Ace Hardware bergerak di rentang support Rp 1.480 dan resistance Rp 1.720 dalam jangka pendek," katanya. Kinerja Ace Hardware diproyeksi makin bagus pada paruh kedua 2019. Pasalnya, ada momentum Natal dan tahun baru yang diyakini mendongkrak penjualan perseroan.

Berita Populer