SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mencari investor baru, untuk kembali menerbangkan maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Setelah ada investor yang cocok, Kementerian BUMN akan melaporkan ke DPR untuk bisa beroperasi kembali.
"Kita sudah memasuki ke era mencari investor, baru kemudian kita ke DPR kalau memang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan privatisasi," tutur Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2017).
Aloy mengaku, saat ini sudah ada beberapa investor yang berminat menghidupkan Merpati. Namun, perlu dikaji lebih lanjut mengenai keseriusan calon investor tersebut.
"Bisnis airlines itu tidak mudah, ada tetapi kita mencari yang benar-benar serius. Pada saat sekarang memang sudah ada minat satu dua tetapi kita harus lihat dulu untuk mendapatkan yang firm," ujar Aloy.
Saat ini, dua anak usaha Merpati masih beroperasi, yaitu PT Merpati Maintenance Facilities (MMF) dan Merpati Training Center (MTC). Selain itu, pembayaran hak-hak pegawai eks Merpati juga sudah disepakati meskipun tidak 100%.
"Yang jelas 98�ri karyawan sudah disepakati penyelesaian hak-hak mereka sehingga kita bisa stop bleeding. Kalau itu dibiarkan, akan bergulung terus, tanpa kita memperhatikan hak mereka. Pembayaran tidak 100% tetapi kita sudah mendapatkan kesepakatan dengan pekerjanya," tutur Aloy.(Riz)
Editor : Redaksi