Solusi untuk Mempertahankan Kebhinekaan

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bangsa Indonesia, pasca 72 tahun kemerdekaan, masih bisa dipandang sebagai bangsa satu. Meskipun proyek kebangsaan telah dicanangkan sejak tahun 1928. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berpendapat bahwa seharunya, Bhinneka Tunggal Ika benar-benar dijalankan dan dipahami secara substansi oleh setiap bangsa Indonesia. Sebab, para Bapak Pendiri Bangsa sudah mencanangkan kebersamaan di tengah-tengah kondisi masyarakat yang majemuk. "Meski kita berbeda-beda, kita mesti bersatu. Selain itu, ketika kita mencai kemerdekaan, kita sepakat untuk membentuk Negara Kesatuan yang berbentik Republik dan berideologi Pancasila. Sudah menjadi konsensus nasional bahwa Pancasila dan NKRI adalah final," kata Muhaimin di Universitas Airlangga pada hari ini(13/9). Sentimen-sentimen terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, menurut Muhaimin, sudah nampak sejak dua dasawarsa terakhir. Hal-hal tersebut terjadi dengan berbagai macam faktor. "Mulai dari konflik yang bernuansa etnik maupun agama. Sampai, tindakan-tindakan intoleransi dan diskriminasi," tambah Pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut. Khusus pada sentimen agama, Cak Imin menggarisbawahi tentang perlunya regulasi yang efektif untuk membatasi semakin meluasnya sentimen tersebut. "Kita memang punya UU ITE yang didalamnya terdapat ancaman hukuman bagi mereka yang menyebarkan ujarab kebencian. Tetapi, sejauh yang saya amati, UU ini kurang efektif. Harus diupayakan jalur lain, di luar pendekatan legalistik-formal. Atau, singkatnya, pendekatan budaya melalui ruang dialog," jelasnya. Di sisi lain, menurut Cak Imin, solusi untuk mengatasi sentimen-sentimen yang ada tersebut bukan hal yang susah. Sebab, dalam sebuah negara yang masyarakatnya majemuk, pertentangan akan selali muncul dan sulit dihindari. "Kemajemukan harus diterima sebagai sebuah kenyataan, yang disertai dengan sikap yang positif. Bertolak dari sikap inilah pertentangan yang muncul dalam masyarakat dapat dikelola dengan baik," pungkas Cak Imin.ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru