Kini, Rampok Sadis Kapas Krampung, Ditembak Mati

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Setelah memimpin perampokan dan membuat korbannya tewas di Jalan Kapas Krampung Surabaya Mei 2017 lalu, tidak membuat Ahmad Fausin alias Fausi keder. Pria 32 tahun asal Jalan Wonosari Lor 3-D Nomor 6 Surabaya itu bukannya kabur, tapi justru kembali beraksi di 4 TKP. 4 aksinya yang terakhir itu, dilakukannya bersama Wape yang kini masih jadi buron. Sebab dua anggotanya yang lain, yakni Cong Huji dan Ipul sudah tertangkap hidup-hidup terlebih dahulu. Laporan : Narendra Bakrie; Editor: Ariel Dahrullah Perburuan terhadap Fausi ini dilakukan oleh Tim Anti Bandit (TAB) Unit Tipiter Satreskrim Polrestabes Surabaya. Tim itu dipimpin oleh Ipda Agus Suprayogi atas komando Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela. Tidak mudah memburu gembong rampok ini. TAB seringkali terkecoh saat melakukan penyergapan. Namun, kerja keras mereka akhirnya terbayar. Tepatnya, Rabu (27/9/2017) dini hari sekitar pukul 02.00 Wib. Tim berjumlah 7 personil ini mengendus keberadaan Fausi yang sedang beraksi di daerah Pakal, Surabaya. Sebab mereka mendapat laporan adanya pencurian motor di sana. "Penyekatan kemudian dilakukan tim kami di bentang Jembatan Tol Suramadu. Dan benar, DPO kami muncul dengan mengendarai motor," sebut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqbal, di Kamar Mayat RSU dr Soetomo Surabaya. Melawan Polisi Namun, melihat ada anggota polisi berpakaian preman yang melakukan penyekatan, Fausi memilih berputar arah dan melawan arus. Tim yang mengetahui pergerakan Fausi kemudian melakukan pengejaran. Beruntung saat itu hampir tidak ada motor yang melintas. Sehingga dengan cepat, TAB menyergap Fausi di Jalan Kedung Cowek dekat pintu masuk tol Suramadu. "Bukannya menyerah kepada tim kami. Pelaku (Fausi, red) malah menyerang tim kami dengan pisau penghabisan. Setelah tembakan peringatan tak digubris, anggota kami terpaksa memberikan tindakan tegas terukur kepada pelaku. Pertolongan ke rumah sakit terhadap pelaku sudah dilakukan. Tapi pelaku dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter," beber Kombes Pol M Iqbal. Tewasnya Fausi, menambah daftar penjahat yang tewas ditangan Polrestabes Surabaya. Jika ditotal, dalam sebulan terakhir, ada 5 penjahat yang ditembak mati oleh Polrestabes Surabaya. Salah satunya adalah bandar narkoba dan selebihnya penjahat jalanan. "Ini sebagai warning keras bagi semua penjahat yang beraksi di Surabaya. Jangan main-main lagi disini (Surabaya). Karena tim kami ada dimana-mana dan tidak akan main-main juga," tegas mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini. Konsumsi Narkoba Fausi sendiri tercatat menjadi gembong perampokan di Jalan Kapas Krampung Mei 2017 lalu. Dialah yang menjadi inisiator perampokan yang menewaskan Awen, pemilik Toko Sembako UD Bintang Rejeki, Jalan Kapas Krampung 109 Tambaksari Surabaya. Selain menjadi inisiator, Fausi juga menjadi salah satu eksekutor. Sabetan parangnya kepada Awen, membuat nyawa Awen melayang. Fausi pula yang merekrut tiga anggotanya, yaitu Cong Huji dan Ipul (keduanya tertangkap) serta Wape yang saat ini masih diburu. "Tersangka AF (Fausi, red) ini juga aktif mengonsumsi narkoba. Sebab kami menemukan 1 poket narkoba jenis sabu yang dibawa tersangka. Setelah kami telusuri, tersangka merupakan residivis narkoba yang pernah ditangkap Polres Surabaya Utara pada tahun 2007 dan dihukum 1 tahun 7 bulan penjara," tandas Kombes Pol M Iqbal. Merencanakan Perampokan sambil Judi Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela menyebut, dari catatan Laporan Polisi (LP) yang masuk, Fausi Cs telah melakukan kejahatannya lebih dari 10 TKP. Fausi merupakan gembong rampok spesialis pepet rampas maupun senggol bacok, yang lazim disebut curas (pencurian dengan kekerasan). Dan sesekali pula, Fausi Cs melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). "Dari catatan kami, dia (Fausi, red) sudah melakukan kejahatan berulang kali. Antara lain di Kapas Krampung Tambaksari, Genteng, dua kali di Karangpilang, Pakal bahkan Perak. Yang terparah adalah di Kapas Krampung. Dia membacok korbannya hingga tewas. Begitu pula di Jalan Kusuma Bangsa Genteng. Korbannya di bacok dan motornya dirampas. Beruntung, korban wanita saat itu nyawanya selamat," ungkap AKBP Leonard. Tidak hanya itu, pasca menjadi DPO (daftar pencarian orang) usai merampok di Jalan Kapas Krampung Tambaksari Surabaya. Fausi bahkan dengan teganya mencuri motor mantan istrinya. Yaitu motor milik Juniati di Karangpilang Surabaya pada 6 September 2017 lalu. "Dialah yang memimpin setiap aksi kelompoknya. Fausi pula yang membagi setiap hasil rampokan maupun pencurian," imbuh AKBP Leonard. Alumnus AKPOL tahun 2000 ini membeberkan, Fausi Cs dikenal dengan kelompok Wonokusumo. Sebab kelompok ini biasa merencanakan aksinya di arena judi merpati yang ada di sana. Itu terungkap dari pengakuan Cong Huji dan Ipul yang lebih dahulu ditangkap. Fausi Cs beraksi jika judi merpati yang mereka ikuti berujung kekalahan. Sasarannya tidak tanggung tanggung, mulai merampas motor hingga merampas tas yang berisi banyak uang. "Fausi Cs juga selalu mempersenjatai diri dengan senjata tajam setiap kali beraksi," pungkas AKBP Leonard. bkr

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru