SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tiga partai politik mulai intens membangun koalisi menghadapi Pilkada Jatim 2018. Menariknya, dengan memanfaatkan moment peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Partai Gerindra, PAN dan PKS akan menggelar nonton bareng film pemberontakan G 30 S/PKI secara besar-besaran di Dyandra Convention Hall Surabaya, malam nanti, Jum'at (29/9).
Bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun membenarkan jika awalnya partai berlambang Matahari Terbit hendak menggelar nobar di kantor DPW menindaklanjuti intruksi DPP PAN. Namun di tengah perjalanan partai-partai lain juga memiliki keinginan yang sama sehingga akhirnya disepakati dijadikan satu lokasi yaitu di Dyandra Convention Hall. "Karena tanggal 30 September DPW PAN Jatim ada acara Rakerwil di Sidoarjo maka kegiatan nobar film G 30 S/PKI dimajukan dilaksanakan pada 29 September," ujar ketua Fraksi PAN DPRD Jatim Kamis (28/9) kemarin.
Ia juga tidak membantah kalau kegiatan nobar ini bagian dari penjajakan membangun koalisi bersama di Pilkada Jatim 2017. Pasalnya sudah jauh hari sejumlah partai menengah di Jatim membangun komunikasi politik intensif dalam menghadapi agenda politik lima tahunan tersebut. "Iya pastilah, sambil nobar kita juga diskusi untuk koalisi pilgub Jatim," cetus Agus Maimun.
Namun ditegaskannya, pada dasarnya bukan hanya tiga partai yaitu Gerindra, PAN dan PKS yang akan berkoalisi. Tapi karena di tingkatan DPP belum sepaham dengan DPW sehingga partai-partai tersebut belum bisa ikut bergabung. "Aslinya lebih dari tiga parpol, cuma yang lain masih nunggu cocok dengan DPPnya," imbuh Ketua Karang Taruna Jawa Timur ini.
Senada, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad juga membenarkan kalau partai yang didirikan Prabowo Subianto akan ikut nobar film G 30 S/PKI bersama sejumlah partai lain di Jatim. "Insya Allah Pak Soepriyatno (ketua DPD Partai Gerindra Jatim) ikut hadir bersama jajaran pengurus DPD lainnya," terang politisi asal Pasuruan.
Anggota Komisi C DPRD Jatim itu juga berharap kebersamaan sejumlah partai di Jatim ini bisa berlanjut di Pilkada Jatim 2018 dengan membentuk koalisi partai. Sebab, hanya PKB yang bisa mengusung pasangan calon sendiri tanpa koalisi karena kursi yang dimiliki di DPRD Jatim dibawah 20 kursi. "Mudah-mudahan kebersamaan ini bisa berlanjut di Pilkada Jatim mendatang," kata Sadad.
Terpisah, Sekretaris DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan mengatakan kegiatan nobar film G 30 S/PKI merupakan upaya membentengi Jatim dari komunisme sebab Jatim merupakan provinsi religius yang mayoritas penduduknya beragama Islam. "Alhamdulillah partai-partai di Jatim memiliki keinginan yang sama sehingga bisa bersinergi dalam kegiatan nobar film G 30 S/PKI," ungkap anggota komisi C DPRD Jatim.
Soal akan berlanjut di Pilkada Jatim 2018? Dengan lugas Irwan menyatakan masih terus melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah partai, termasuk dengan Gerindra dan PAN. Pasalnya, PKS memang harus berkoalisi karena kursi yang dimiliki belum bisa memenuhi syarat untuk mengusung calon sendiri. "Memang ada usulan kita sepaket dengan Gerindra di Pilkada Jatim. Namun soal calon yang diusung itu diserahkan kepada masing-masing partai," jelasnya.
Ia juga membantah kalau PKS sudah pasti akan mendukung Wagub Jatim Saifullah Yusuf di Pilkada Jatim mendatang. "Kami belum menyatakan dukungan," pungkasnya. rko
Editor : Redaksi