Sosialisasikan Deteksi Dini ABK

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Ibu-ibu anggota TP-PKK (Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) se-Kabupaten Sidoarjo diberikan pemahaman deteksi dini dan intervensi dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui Sosialisasikan Deteksi Dini dan Intervensi Dini Terhadap ABK, Jumat, (29/9). Kegiatan yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo diikuti oleh 150 orang. Dua orang tenaga terlatih Australia Barat dari UPT ABK Kabupaten Sidoarjo dihadirkan sebagai nara sumber. Wakil Ketua II TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Ari Djoko Sartono yang membuka sosialisasi tersebut mengatakan meningkatnya jumlah kelahiran bayi setiap tahun juga disertai dengan peningkatan jumlah anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang. Hal tersebut dipengaruhi oleh kurang tanggapnya masyarakat terhadap kondisi anak. Bahkan orang tua terkadang sering menganggap sepele gejala kecil yang terjadi pada tumbuh dan kembang anaknya. Untuk mencegah hal tersebut orang tua sebaiknya rutin memantau perkembangan dan pertumbuhan anaknya sejak dalam kandungan. Dengan begitu penanganan yang tepat dan cepat terhadap permasalahan yang mungkin timbul pada janin dapat dilakukan. Istri Sekda Sidoarjo tersebut mengatakan kesadaran masyarakat untuk menerima gejala negatif yang muncul pada anak sangatlah minim. Orang tua sering kali menyembunyikan bahkan menganggap hal tersebut bukan masalah tumbuh kembang pada anak. Sehingga penanganan yang tepat dan sesuai tahapan usia perkembangan anak tidak dapat diberikan. Ia katakan keresahan orang tua akan muncul ketika anak akan memasuki usia sekolah. Anak yang mengalami permasalahan tumbuh kembang akan terlihat berbeda dengan temannya. Atau bahkan berbeda dengan saudara kandungnya. Untuk itulah pengetahuan dan kesadaran tumbuh kembang anak perlu disampaikan kepada masyarakat seperti pada kegiatan kali ini. Kegiatan seperti ini akan meningkatkan kesadaran orang tua untuk tahu bagaimana perkembangan anak. Dan ia berharap UPT Anak Berkebutuhan Khusus dapat memberikan dukungan dalam menyadarkan masyarakat dalam mendeteksi dini anak berkebutuhan khusus. Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr.drs. Abdul Munif, MM mengatakan kegiatan tersebut memberikan pemahaman secara detail karakteristik dari ABK. Melalui kegiatan tersebut ibu-ibu anggota TP-PKK dapat peka dan terampil dalam mendeteksi dini ABK dilingkungannya. Dengan begitu akan mudah mengarahkan orang tua yang memiliki ABK untuk mendapatkan intervensi atau penanganan secara dini. Ia berharap para peserta yang terlatih nantinya dapat membagikan ilmunya di lingkungan masing-masing. Aris Setiawan Amd,Kep salah satu nara sumber mengatakan deteksi dini dan intervensi dini penting dilakukan. Pria yang pernah mendapatkan pelatihan dari pemerintah Australia Barat di bidang nearing dan speech tersebut mengatakan setiap bayi yang baru lahir harus mendapatkan layanan skrining pendengaran. Skrining pendengaran dapat dilakukan saat bayi berusia 2 hari sampai 1 bulan. “Semakin cepat gangguan pendengaran teridentifikasi, maka dampak keterlambatan perkembangan bahasa bicara, keterampilan kognitif dan sosialnya dapat diminimalisir,”ucapnya. sg

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru