SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terdapat beberapa hal berkaitan kemampuan bertahannya sebuah ideologi dalam studi tentang ideologi. Kualitas nilai dasarnya, persepsi sikap dan tingkah laku masyarakat, kemampuan mengembangkan pemikiran baru yang relevan tentang ideologi, serta sejauh mana nilai-nilai dalam ideologi membudaya dan diamalkan dalam kehidupan kesehariannya.
Menurut pengamat sejarah asal Unesa Rojil Nugroho, dalam hal ini Pancasila memiliki nilai yang kuat. Pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan relevansi saat ini.
"Tinggal persepsi dan sikap serta pembudayaan Pancasila yang harus terus dikuatkan. Apakah masyarakat kita (masih) mau membudayakan dan mengamalkannya. Apabila masih berkehendak dan mau, saya rasa pancasila bisa menjadi penyaring ideologi lain yang kontraproduktif bagi kebhinekaan bangsa dan negara Indonesia," jelas Rojil ketika ditemui pada hari ini (1/10).
Sebagai contoh konkret, Rojil mengatakan bahwa masyarakat dapat melakukan aksi secara kecil namun nyata. Seperti, mengamalkannya dalam kehidupan keseharian.
"Semisal, saling membantu antar anggota lingkungan sekitar apabila ada kesusahan dan membutuhkan, saling bertegur sapa untuk mengingatkan bukan saling curiga antar anggota masyarakat. Tidak membedakan bertetangga karena etnis dan agamanya dalam bermasyarakat. Hal itu seakan masalah sepele, namun seringkali tidak kita hiraukan dan kita tidak menerapkannya secara konsisten," tutup Rojil. ifw
Editor : Redaksi